Serangan Meluas, Danki Brimob Jemput Pasien DBD di Rumah

Demam berdarah dengue (DBD) masih menyerang warga Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat

Serangan Meluas, Danki Brimob Jemput Pasien DBD di Rumah
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS.
Ruangan perawatan di RSUD Komodo Labuan Bajo dipenuhi pasien DBD. 

POS KUPANG.COM, LABUAN BAJO -- Demam berdarah dengue (DBD) masih menyerang warga Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar). Kasus DBD pertama kali muncul di daerah pariwisata itu September 2018.

Sejumlah elemen kini bahu membahu melakukan penanganan.

Selain melakukan pencegahan, berbagai pihak membantu penanganan penderita DBD. Komandan Kompi (Danki) Brimob Labuan Bajo, Raimundo De Jesus, S.H, ikut turun tangan menjemput pasien DBD di Desa Pota Wangka, Kecamatan Boleng.

Raimundo bersama Direktur PDAM Wae Mbeliling Labuan Bajo, Aurelius Hubertus Endo. Turut serta tiga orang anggota Brimob.

Ditemui di Labuan Bajo, Jumat (11/1/2019), Raimundo menjelaskan, pasien yang dijemput di Desa Pota Wangka, Kamis (10/1/2019) pukul 21.15 Wita adalah adalah Yohanes Seran (12). Selanjutnya membawa Yohanes ke RSUD Komodo Labuan Bajo.

Pada pukul 23.49 Wita, rombongan tiba di RSUD Komodo. Yohanes langsung mendapat tindakan medis oleh dokter dan perawat.

Direktur PDAM Wae Mbeliling Labuan Bajo, Aurelius Hubertus Endo, membenarkan penjemputan pasien DBD. "Saya dengan Pak Danki Brimob tadi malam menjemput pasien DBD itu dan langsung dihantar ke RSUD Komodo," kata Aurelius.

Menyebar ke Empat Kecamatan
Serangan DBD di Kabupaten Mabar kini sudah meluas ke empat kecamatan. Awal hanya terjadi di Labuan Bajo. Saat ini serangan semakin meluas, hingga ke Kecamatan Boleng terutama di daerah Terang, Kecamatan Mbeliling tepatnya di Rengkas Desa Watu Wangka dan juga beberapa tempat di Kecamatan Lembor.

Dengan demikian sudah empat kecamatan di Mabar yang diserang oleh nyamuk DBD.

Ketua DPRD Mabar Blasius Jeramun, mendesak pemerintah untuk secepatnya melakukan penanganan dan pencegahan terhadap serangan DBD.

"Pemerintah terlambat memulai kerja untuk melakukan penanganan terhadap serangan DBD. Padahal kami di dewan sudah sejak dua bulan lalu meminta pemerintah untuk serius lakukan penanganan. Setelah ada orang yang meninggal dunia baru serius bekerja. Kami minta harus akhiri serangan DBD pada Januari ini," kata Blasius saat ditemui di Labuan Bajo, Sabtu (12/1/2019).

Ditemui terpisah, Direktur RSUD Komodo Labuan Bajo, Drg. Mikael Yaman mengatakan, jumlah pasien DBD yang rawat di rumah sakit itu mendekati angka 700 orang.

Dia membenarkan bahwa saat ini banyak pasien dari kecamatan lain, seperti dari Terang, Rengkas dan Lembor. Dijelaskannya, berkaitan dengan obat dan cairan yang dibutuhkan pasien DBD, saat ini stoknya tersedia setelah sebelumnya habis.

"Sampai saat ini tidak ada ruangan kelas satu dan dua, semua kamar pasien dikategorikan kelas tiga agar semua pasien DBD bisa ditampung," kata Mikael.

Selain itu, kata dia, kamar dokter spesialis radiologi telah diubah menjadi kamar pasien untuk menampung pasien yang terus bertambah. (ser)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Alfred Dama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved