27 Cuitan Fadli Zon Kritisi Besaran Dana Desa: Jokowi Tak Pernah Penuhi Janjinya

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, memberikan kultwitt tentang alokasi Dana Desa melalui akun twitter miliknya, @fadlizon.

27 Cuitan Fadli Zon Kritisi Besaran Dana Desa: Jokowi Tak Pernah Penuhi Janjinya
ISTIMEWA
Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. Politisi Gerindra ini menyoroti alokasi dana desa dan pemerintah Jokowi yang tak pernah memenuhi janjinya. 

Angka itu dulu dikeluarkan dgn perhitungan yg matang.

14) Sebagai respon atas kampanye P @prabowo, Capres @jokowi waktu itu kemudian membalasnya dgn mengkampanyekan Dana Desa sebesar Rp1,5 miliar per desa jika dia berkuasa.

15) Dalam realisasinya, pemerintah @jokowi tak pernah bisa memenuhi janjinya.

Pada 2015 pemerintah hanya bisa memberikan Dana Desa sebesar rata-rata Rp300-400 juta per desa.

16) Pada tahun 2018, pemerintah juga hanya bs memberikan Dana Desa rata-rata Rp800 juta per desa.

Tahun 2019 ini, dgn anggaran Rp73 triliun, tiap desa rata-rata hanya mendapatkan Rp900 juta.

17) Jadi, di tahun terakhir kekuasaannya, Presiden @jokowi tetap gagal merealisasikan besaran dana desa yg pernah dijanjikannya.

Cita Citata Rilis Lagu Terbaru Hari Ini, Simak Videonya di Youtube

Kasus Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos, Seorang Guru Ditetapkan Jadi Tersangka

Hati-hati Tawon Jenis Vespa Affinis, di Klaten Sudah 7 Orang Tewas Akibat Sengatannya

Ini harus dicatat oleh masyarakat, terutama masyarakat desa.

18) Belajar dari penggunaan dana desa dalam empat tahun terakhir, yg mestinya kita soroti, dan ini juga mendapatkan perhatian dari kami, tim Prabowo-Sandi, adalah isu optimalisasi pemanfaatan dana desa.

19) Apalagi, mandat utama UU Desa adalah mendorong masyarakat desa agar dapat mengembangkan potensi ekonominya.

20) Sy mencatat, sejauh ini dana desa banyak difokuskan pada pembenahan infrastruktur desa semata.

Hal ini sebenarnya tdk salah.

Namun, alokasi tsb tdk optimal dalam mengembangkan potensi ekonomi desa.

21) Itu sebabnya pemanfaatan dana desa hingga saat ini belum memberikan dampak ekonomi yg besar bagi masyarakat desa.

22) Penilaian ini tergambar pada data laju urbanisasi dan meningkatnya gini ratio di desa.

Merujuk data Menteri Keuangan, pertumbuhan urbanisasi di Indonesia saat ini sebesar 4,1 persen.

23) Angka tsb lebih tinggi drpd pertumbuhan urbanisasi di RRC yg sebesar 3,8 persen dan India 3,1 persen.

PT. Angkasa Pura 1 Buka Lowongan Kerja! Pencaker Minimal Lulusan D3

KPU Beberkan Alasan Menolak Revisi Visi Misi Prabowo-Sandiaga

Kasus Prostitusi Online: Bantah Vanessa Angel Dijebak, Mucikari Sebut Sang Artis yang Tawarkan Diri

Di sisi lain, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) jg menunjukan gini ratio di pedesaan pada Maret 2018 naik mnjd 0,324 dari posisi September 2017 yg hanya 0,320.

24) Artinya, magnet ekonomi di desa belum kuat.

Lapangan pekerjaan di desa belum banyak. Potensi ekonomi belum banyak tergarap.

25) Itu sebabnya, dana desa seharusnya digunakan untuk memperluas lapangan kerja di desa guna mendorong masyarakat desa agar dapat mengembangkan potensi ekonominya sesuai dgn Mandat Desa.

26) Jadi, jangan semua dana publik digunakan untuk pembangunan infrastruktur yg tidak jelas dan tidak punya dampak ekonomi.

27) Sekali lagi, masyarakat perlu paham mengenai hal ini.

Tidak patut dana desa, yg merupakan hak masyarakat desa, diklaim sbg hasil kebaikan personal seorang presiden, apalagi calon presiden. (HASYIM ASHARI/POS KUPANG)

Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved