Berita Kabupaten Nagekeo Terkini

Selama 7 Tahun STKIP Nusa Bunga Floresta di Mbay Sudah Berik Kontribusi, Segini Jumlah Lulusannya

Selama 7 Tahun STKIP Nusa Bunga Floresta di Mbay Sudah Berik Kontribusi, Segini Jumlah Lulusannya

Selama 7 Tahun STKIP Nusa Bunga Floresta di Mbay Sudah Berik Kontribusi, Segini Jumlah Lulusannya
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Suasana saat rayakan HUT ke 7 STKIP NBF Mbay di Aeramo Kabupaten Nagekeo, Kamis (10/1/2018). 

POS-KUPANG.COM | MBAY - Puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 Kampus Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Nusa Bunga Floresta (NBF) Mbay di Kabupaten Nagekeo dirayakan secara sederhana.

Acara HUT ke 7 dilaksanakan dikampus STKIP NBF Mbay di Aeramo Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, Kamis (10/1/2019).

Acara sederhana itu diawali dengan misa syukur ulang tahun yang dipimpin oleh Pastor Paroki Yesus Kerahiman Ilahi Aeramo, Pater Fridus Yanti. Usai misa dilanjutkan ramah tamah bersama.

Gubernur Laiskodat Mengaku Senang Bertemu Para Imam Keuskupan Ruteng

Hadir saat itu, Bupati Nagekeo, dr. Johanes Don Bosco Do, beberapa anggota DPRD Nagekeo, beberapa ASN Nagekeo, Ketua Yayasan Sandinung Oscarianus Meta, Pjs Ketua STKIP NBF Benisius Pao, para anggota senat, tokoh masyarakat, para Civitas akademika STKIP NBF serta para mahasiswa.

Pjs. Ketua STKIP NBF Mbay, Benisius Pao, M.Pd, dalam sambutannya, mengatakan, STKIP NBF sudah hadir selama 7 tahun di Nagekeo.

Wabup Ende: Operasi Pasar Bukti Komitmen Pemerintah Kepada Masyarakat

Sebagai salah satu lembaga Pendidikan Tinggi (PT) STKIP NBF Mbay telah memberikan kontribusi bagi pembangunan di negeri ini dan pada 1 September 2018 telah meluluskan 130 mahasiswa dan sekarang sedang mengabdi di berbagai lembaga di pendidikan Nagekeo.

Ia mengatakan sebagai salah satu Lembaga PT di Nagekeo STKIP NBF akan terus belajar secara terus menerus karena pendidikan itu bukan produk seperti gelar diploma, pekerjaan atau uang yang dihasilkan tetapi pendidikan adalah suatu proses yang tak akan pernah berakhir.

"Andai kita cukup bersabar, bahwa belajar adalah sebuah proses bersama waktu, kita akan memetik hasilnya di waktu yang tidak kita duga. Hal ini karena belajar bagaikan irama musik. Jika orang mendapatkan sesuatu dari musik yang dimainkan, itu bisa jadi motivasi untuk mengetahui bahwa sesuatu mungkin terjadi selama kamu terus berjuang dan tidak menyerah. Proses belajar yang kita lakukan lakukan mengikuti bagaimana beat musiknya, apapun yang diinginkan beat tersebut. Biasanya ketika beat tersebut dimainkan. Dalam empat koma delapan baris irama yang dimainkan simbol dari tujuan yang harus dilakukan dan dicapai ke depan," ungkap Benisius. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved