Berita Kabupaten Sikka Terkini

Suami Aniaya Istri di Sikka, Surat Pernyataan Damai Tak Bikin KY Jera

Mediasi dan surat pernyataan tidak mengulangi penganiayaan sudah dilakukan berulang kali tidak menjerakan ulah KY.

Suami Aniaya Istri di Sikka, Surat Pernyataan Damai Tak Bikin KY Jera
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
YM (gendong anak) melaporkan suaminya ke Mapolres Sikka di Kota Maumere, Rabu (9/1/2019). 

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Penganiayaan kerap kali dilakukan oleh KY (31) terhadap istrinya YM (31) bermula dari soal-soal sepele. Mediasi dan surat pernyataan tidak mengulangi penganiayaan sudah dilakukan berulang kali tidak menjerakan ulah KY.

Kepada wartawan di Mapolres Sikka, Rabu (9/1/2019), YM mengatakan tidak ada masalah serius antara dia dan suaminya yang berprofesi tukang ojek. Tetapi, kerap kali KY selalu mencari-cari soal sepele semisal waktu makan terlambat atau kadangkala anak sakit.

"Tadi malam dia pulang ojek, ajak saya ke kampungnya. Katanya anak sulung kami sakit. Saya bilang sudah malam, besok pagi saja sekalian bawa ke Puskesmas. Dia langsung pukul kepala saya dan terus-menerus tempeleng dua pipi saya," beber YM.

Komisi V DPRD NTT Pantau GOR Flobamora, Jimmi Minta Tuntaskan Bagian Dalam Gedung

Khawatir KY bertindak lebih kejam, YM memilih menghindar keluar rumah. KY malah mengejar dan menarik YM kembali ke dalam rumah lalu menganiaya lagi.

YM akhirnya lari dari rumah menuju Sekretariat Tim Relawan untuk Kemanusiaan (TRuK) di Jalan Ahmad Yani.

Minggu Pertama Awal Tahun, Sudah 8 Kasus DBD di Kota Kupang

Ia menuturkan, perilaku kasar KY sejak mereka masih tinggal bersama orang tua KY di Desa Teka Iku, Kecamatan Kangae. Beberapa kali, YM mengadu ke kantor desa, ditempuh jalan damai dengan pernyataan oleh KY.

YM juga pernah mengadukan penganiayaan suaminya ke Polsek Kewapante. Lagi-lagi surat pernyataan dan mediasi damai hanya sementara waktu bagi KY.

"Bulan Desember tahun lalu, empat sampai lima kali diaa pukul badan, kepala, dan tempeleng. Pernah dia mau bunuh saya. Saya sudah tidak tahan lagi. Lebih baik dia dipenjara, biar saya hidup tenang," ujar YM.

Ia mengatakan, siap menanggung beban menghidupi dua anaknya dari kegiatanya sebagai pengrajin ikat tenun. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved