Berita Kabupaten TTU

Soal Jembatan di Desa Subun Tualele Putus Total, Dinas PUPR TTU Sudah Lakukan Survei

ternyata jembatan yang menghubungkan 12 Desa yang ada di wilayah Kecamatan Insana Barat itu, tiang penopang jembatan sudah jebol

Soal Jembatan di Desa Subun Tualele Putus Total, Dinas PUPR TTU Sudah Lakukan Survei
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kepala Dinas PUPR Kabupaten TTU, Januarius T. Salem. 

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Januarius T. Salem mengaku, pihaknya sudah melakukan survei terhadap kondisi jembatan di Desa Subun Tualele yang putus total.

Setelah melakukan survei, kata Januarius, ternyata jembatan yang menghubungkan 12 Desa yang ada di wilayah Kecamatan Insana Barat itu, tiang penopang jembatan sudah jebol sehingga tidak dapat dilakukan perbaikan.

"Kami berpikirnya hanya tembok penahan yang rusak, tetapi setelah kami lakukan survei ternyata tiang penopang jembatan sudah jebol," kata Januarius kepada Pos Kupang, Rabu (9/1/2018).

Karena tiang penopang jembatan sudah jebol, jelas Januarius, maka jembatan tersebut tidak dapat diperbaiki lagi. Jembatan itu harus diganti dengan pengerjaan jembatan yang baru.

"Jadi tidak bisa kita perbaiki lagi jembatan itu, jembatan itu harus diganti dengan jembatan yang baru, sehingga kita tidak bisa gunakan dengan dana perawatan untuk memperbaiki jembatan itu. Kalau kita perbaiki percuma saja," ujarnya.

WargaTaimanu Sumba Timur Khawatir Rumah Mereka Kembali Direndam Banjir

Nelayan Taimanu Andalkan Alat Tangkap Sederhana Untuk Melaut

Yuk Kepoin! Kenali 10 Ciri yang Disebut Berkepribadian Baik

Januarius menambahkan, pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Bupati untuk dapat diintervensi menggunakan dana tanggap darurat bencana untuk mengerjakan jembatan tersebut.

"Tapi kalau memang dananya tidak ada, ya kita mungkin bisa pikirkan untuk dapat diusulkan pada sidang perubahan anggaran tahun 2019 nanti. Karena proses anggaran sudah ditetapkan," ungkapnya.

Januarius menyatakan, untuk saat ini, masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Insana Barat dapat menggunakan jalur alternatif dulu sebelum jembatan tersebut dibangun kembali.

"Memang jalur alternatif agak jauh, tapi kita harus menggunakan jalur itu supaya akses transportasi kita tidak terhambat," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved