Berita Nasional

Penipuan Wedding Organizer atau EO Pernikahan, Benarkah Uang Dipakai Biaya Nyaleg? Golkar Minta Maaf

perbuatan yang dilakukan Uut sangat mencoreng nama Partai Golkar yang selama ini sedang jor-joran membuat citra agar dekat dengan masyarakat.

Penipuan Wedding Organizer atau EO Pernikahan, Benarkah Uang Dipakai Biaya Nyaleg? Golkar Minta Maaf
Istimewa via Tribun Palembang
Caleg Golkar yang diduga melakukan penipuan wedding organizer 

Sementara itu, Ang mengaku tak menyangka bahwa Uut akan kabur meninggalkan acara saat pesta pernikahannya berlangsung di gedung Sukaria, kawasan IBA Palembang.

Sebab, saat kontrak kerja sama ditandatangani, Uut tidak menunjukkan gelagat mencurigakan. Bahkan saat akad nikah berlangsung di kediamannya, pelaku masih hadir mengurusi seluruh kegiatan acara.

"Tapi ketika resepsi di gedung dia hilang, pukul 09.00 WIB masih ada di gedung, setelah itu pulang alasan ambil gaun pengantin. Tetapi tidak datang lagi, makanan untuk tamu undangan juga tidak ada," ucap Ang.

Dengan terpaksa, MC acara pada waktu itu mengumumkan ada permasalahan teknis sehingga para tamu undangan tidak bisa menikmati makan siang.

Ang dan FDL terlihat sedih dan marah karena malu akibat perbuatan Uut. Mereka satu per satu menyalami para tamu undngan sembari meminta maaf atas kejadian tersebut.

"Semuanya memaklumi, ternyata bukan saya saja. Fotografer, penghias mobil pengantin juga belum dibayar oleh Uut," kata Ang.

Pelaku Penipuan Adalah Caleg Golkar

RIY alias Uut yang merupakan pengelola Wedding Organizer (WO) inisial MGD diketahui adalah seorang Calon Anggota Legislatif (Caleg) kota Palembang 2019.

Berdasarkan dari situs KPU.go.id nama RIY tercatat sebagai Daftar Calon Tetap (DCT) dan Caleg dari partai Golkar dengan nomor urut 8 untuk daerah pemilihan Palembang 1.

Caleg Golkar yang melakukan penipuan
Caleg Golkar yang melakukan penipuan (Istimewa via Tribun Palembang)

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Palembang Eftiyani mengatakan, sejauh ini mereka belum menerima laporan terkait kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh RIY.

"Nanti akan kami cek, korban melapor ke Polisi atau belum. Kalau di kami belum ada masuk laporan Caleg atas nama itu terlibat kasus," kata Eftiyani saat dikonfirmasi, Selasa (8/1/2019).

Eftiyani menjelaskan, nama seorang caleg bisa saja dicoret dalam DCT jika telah memiliki hukum tetap (inkrah) dari pengadilan. Keputusan itu nantinya akan menjadi acuan untuk menghilangkan nama caleg dari daftar DCT.

"Kami tidak bisa memproses pembatalan caleg, apalagi sudah masuk DCT selagi belum ada keputusan pengadilan. Setelah ada keputusan hukum baru kami bisa ambil tindakan," ujarnya.

Sementara itu, ANG pihak pengantin perempuan yang menjadi korban penipuan RIY juga mengetahui jika pelaku adalah seorang caleg.

Diketahuinya RIY adalah caleg dari rekan korban. "Iya dengar-dengar memang caleg, kami juga terkejut caleg kok begini (melakukan penipuan)," jelas ANG.

Partai Golkar Minta Maaf

Ketua Perempuan Partai Golkar (KPPG) Sumatera Selatan Anita Noeringhati menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Palembang atas kasus penipuan yang dilakukan oleh RIY alias Uut dalam pesta pernikahan Ang dan FDL.

Anita mengatakan, perbuatan yang dilakukan Uut sangat mencoreng nama Partai Golkar yang selama ini sedang jor-joran membuat citra agar dekat dengan masyarakat.

Namun, ulah dari Uut sebagai pengelola wedding organizer (WO) MGD, malah mengecewakan masyarakat dengan kabur meninggalkan pesta pernikahan Ang dan FDL, hingga membuat para tamu undangan tak makan.

Namun, dengan kasus dugaan penipuan yang ia lakukan, Uut dianggap sangat tidak layak sebagai calon legislatif.

"Kalau memang seperti ini, artinya dia tidak layak dan tidak patut ditempatkan sebagai caleg, menjadi caleg saja tidak patut, apalagi anggota," ujarnya.

Sementara, soal sanksi terhadap Uut, Anita mengatakan akan ditangani langsung oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar Palembang.

"Saya sebagai KPPG Golkar, saya mohon maaf atas kejadian itu. Semoga ke depan untuk kader Partai Golkar tidak akan melakukan hal itu kembali, apalagi yang diakukan itu momen seumur hidup. Saya sebagai KPPG mohon maaf kepada masyarakat, terutama yang dirugikan," kata dia. (TRIBUN-MEDAN.com)

 
Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved