Berita Nasional Terkini

Penanganan Kasus Artis VA, Komnas Perempuan Sebut Sudah Ada yang Terlanggar Hak Korban

Dalam penanganan kasus prostitusi online yang melibatkan artis VA dan AS, Komnas Perempuan menyebut sudah ada yang terlanggar dari hak korban

Penanganan Kasus Artis VA, Komnas Perempuan Sebut Sudah Ada yang Terlanggar Hak Korban
KOMPAS.com/Devina Halim
Komisioner Komnas Perempuan, Adriana Venny (tengah) saat berbicara di acara Media Briefing: Jangan Hukum Korban Perkosaan, di Bakoel Koffie Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (5/8/2018). 

"Penegakan hukum harus jalan dengan apapun UU-nya, terkait apakah itu TPPO atau perlindungan anak, kemudian benar-benar menjunjung tinggi hak korban untuk nama baiknya dilindungi," ungkap Venny.

Selain itu, mereka juga akan mengawal kasus tersebut untuk memastikan agar kejadian di awal, seperti eksploitasi hingga pengungkapan identitas korban, tidak terulang.

"Jadi kami akan memantau terus apakah hak asasi perempuan sudah benar-benar dijalankan atau belum," ujarnya.

VA sebelumnya diamankan jajaran Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur di sebuah hotel di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu sore, karena diduga terlibat praktik prostitusi online.

Selain VA, polisi juga mengamankan seorang model berinisial AS. Polisi menyebut, tarif VA dipatok mucikari sebesar Rp 80 juta sekali kencan. Sementara model AS sebesar Rp 25 juta.

Sementara itu, dua mucikari, yakni TN dan ES, telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan prostitusi online tersebut.

Tersangka ES diamankan saat penggerebekan Sabtu kemarin. Sementara tersangka TN diamankan polisi di apartemen Bassura City Tower Alamanda Cipinang pukul 18.00 WIB. TN terbukti menawarkan jasa prostitusi VA dan AS melalui media WhatsApp. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved