Berita Nasional Terkini

Jokowi Perintahkan Pengadaan Alutsista Harus Punya Spek Penanggulangan Bencana

Presiden Joko Widodo mengatakan, pengadaan alutsista di Indonesia harus memiliki kemampuan penanggulangan bencana alam.

Jokowi Perintahkan Pengadaan Alutsista Harus Punya Spek Penanggulangan Bencana
KOMPAS.com/AWIS MRANANI
Pameran alutsista angkatan darat Austria pada peringatan Hari Nasional Austria, Jumat (26/10/2018). 

POS-KUPANG.COM | BANDUNG - Presiden Joko Widodo mengatakan, pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) di Indonesia harus memiliki kemampuan penanggulangan bencana alam.

"Harus ada spek yang melibatkan kemampuan untuk SAR atau bencana alam. Itu perintah presiden," ujar Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kementerian Pertahanan, Agus Setiadji di PT Dirgantara Indonesia (DI) Bandung, Selasa (9/1/2018).

Agus menjelaskan, Indonesia kerap dilanda bencana alam. Untuk itu, dibutuhkan peralatan yang bisa membantu proses evakuasi dan lainnya saat bencana terjadi.

Pembangunan Satu Unit Ruangan Kelas SMPN Satap Metangga Belum Tuntas

"Ke depan dengan kejadian yang sering bencana alam, alutsista kita selalu di depan dalam penanggulangan bencana. Memiliki spek untuk membantu penanggulangan bencana," katanya.

Penanggulangan bencana yang dimaksud bisa berupa heli angkut untuk bantuan logistik, evakuasi korban bencana, hingga kemampuan untuk memadamkan api di kebakaran hutan.

Penetapan Tersangka Pembuat Hoaks Surat Suara Berdasar Fakta Hukum, Prasetyo: Jangan Dikait-kaitkan

Salah satu yang tengah dikerjasamakan adalah Helikopter H225M konfigurasi Angkut Berat, Integrated Logistic Support untuk TNI AU. Helikopter H225M merupakan nama komersial yang sama dengan Helikopter EC725 Cougar yang merupakan keluarga dari Super Puma, produk kerja sama PT DI dengan Airbus Helicopters, Perancis.

Heli angkutan berat ini dibutuhkan karena wilayah Indonesia yang luas. Heli ini akan membantu pengiriman logistik, mendukung Sarnas, dan lainnya.

"Nanti tentunya akan ada skuadron baru. Tempatnya belum ada, nanti lihat geografisnya. Untuk sekarang masih ada skuadron 8," tutur Asisten Logistik KASAU, Marsekal Muda TNI Eko Supriyanto. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved