Berita Malaka

Teknisi Proyek Air Bersih Diancam Dibunuh

Teknisi proyek air bersih di Desa Oenaek, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, Vence Bria, melaporkan Agustinus Kiik

Teknisi Proyek Air Bersih Diancam Dibunuh
dailymail.co.uk
ilustrasi. 

POS KUPANG.COM, BETUN -- Teknisi proyek air bersih di Desa Oenaek, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, Vence Bria, melaporkan Agustinus Kiik, suami dari Kepala Desa Oenaek, ke Polsek Laenmanen dengan pokok perkara pengacaman.

Vence Bria diancam dibunuh diduga oleh Agustinus Kiik karena Vence mematikan sementara instalasi air yang dikerjakannya. Vence melakukan hal itu karena Kepala Desa Oenaek, Yuliana Meak, belum membayar upah kerja teknisi senilai Rp 30 juta.
Vence mengatakan hal itu kepada Pos Kupang, Minggu (6/1/2019). Menurut Vence, ia adalah seorang teknisi yang mengerjakan proyek pompa air di Desa Oanaek dengan biaya Rp 30 juta.

Setelah pekerjaan selesai dan air sudah mengalir, kepala desa belum membayar upah kerjanya tanpa alasan yang jelas. Karena merasa dirugikan, Vence memutuskan sementara instalasi pompa air di lokasi pekerjaan. Alasannya lainnya, air tersebut belum dilakukan ritual adat sebelum digunakan sehingga Vence mematikan sementara instalasi selaku pekerja proyek.

Saat ia melakukan hal tersebut, suami kepala desa, Yuliana Meak yaitu Agustinus Kiik mengancam membunuhnya. Lalu kepala desa mengajak masyarakat untuk menghakimi Vence karena sudah merusak instalasi air di Desa Oenaek. Kejadian pengacaman terjadi Jumat (4/1/2019).

Vence yang merasa terancam itu langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Laenmanen, Sabtu (5/1/2019). Vence melaporkan kejadian pengacaman terhadap dirinya agar polisi memroses pelaku.

Kapolsek Laenmanen, Ipda Oscar Pinto, yang dikonfirmasi Pos Kupang, Senin (7/1/2019), membenarkan adanya laporan dari Vence Bria dengan terlapor Agustinus Kiik. Sesuai jadwal hari ini polisi memeriksa terlapor. "Info itu betul dan hari ini kita panggil suami Kepala Desa Oenaek untuk diperiksa," kata Ipda Oscar. (jen)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Alfred Dama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved