Berita Regional Terkini

Modal Baju Kaos Polisi, Pria Ini Palak Pengendara Mobil

Apriyadi (35), pelaku pemalakan terhadap para pengadara mobil dengan mengaku sebagai anggota polisi

Modal Baju Kaos Polisi, Pria Ini Palak Pengendara Mobil
KOMPAS.com/AJI YK PUTRA
Tersangka Apriyadi (35) saat berada di Polsek Ilir Timur I Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (8/1/2019). Apriyadi sebelumya mengaku sebagai anggota polisi dan memalak mobil yang melintas. 

POS-KUPANG.COM |  PALEMBANG - Jajaran Polsek Ilir Timur I Palembang, Sumatera Selatan, menangkap , Selasa (8/1/2019).

Apriyadi diketahui melakukan aksi pemalakan di kawasan Jalan Kolonel Atmo, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang. Dengan bermodalkan kaos bewarna cokelat bertuliskan polisi, pelaku ini memalak satu persatu kendaraan yang melintas di lokasi kejadian.

Nahas, satu korban pemalakan Apriyadi melakukan perlawanan hingga membuat tersangka ini terjatuh dari motor usai ditabrak mobil korban.

Seorang Nenek Tewas Gantung Diri di Pohon

Petugas yang mengira itu kecelakaan, langsung datang ke lokasi. Namun, Apriyadi sempat berusaha kabur hingga akhirnya dia ditangkap.

Apriyadi mengaku, setidaknya ia telah tujuh kali melakukan pemalakan terhadap pengendara mobil dengan mengancam para korban menggunakan senjata tajam.

Cadangan Devisa Meningkat dan Rupiah Menguat, Ini Kata Wapres Kalla

"Mobil saya hentikan, lalu minta surat-suratnya. Baru saya minta uang, kalau tidak dikasih saya todong pisau," kata Apriyadi, saat berada di Polsek Ilir Timur 1, Palembang.

Baju kaos polisi didapatkan Apriyadi dari pasar seharga Rp 50.000. Dengan baju tersebut, ia pun melancarkan aksinya. Dalam satu hari, pelaku ini dapat mengantongi Rp 300.000 hasil dari pemalakan setiap korban.

"Ada yang kasih rokok, tapi rata-rata saya minta uang," ujar Apriyadi.

Sementara, Kapolsek Ilir Timur I Palembang Kompol Edi Rachmat mengatakan, dalam aksi terakhirnya, Apriyadi sempat merampas tas milik korban saat sedang mengendarai mobil pick up menuju pasar.

"Di dalam tas itu ada uang korban, awalnya diminta uang Rp 20.000. Saat melihat tas korban langsung diambilnya. Korban mengejar pelaku hingga ia terjatuh dari motor," kata Edi.

Barang bukti berupa senjata tajam, ponsel, serta uang hasil pemalakan kini telah diamankan petugas. Apriyadi pun diancam dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan.

"Pelaku beraksi mengaku sebagai polisi dan minta uang jatah rokok, " tutup Edi. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved