Berita Kota Kupang Terkini

Dukcapil Kota Kupang Membutuh 20.000 Blanko KTP ! Ini Penjelasan Kadisdukcapil

Januari ini akan bertambah menjadi 15.000 PRR. Oleh karena itu Dukcapil kota Kupang membutuhkan 20.000 keping lagi untuk melakukan pencetakan KTP

Dukcapil Kota Kupang Membutuh 20.000 Blanko KTP ! Ini Penjelasan Kadisdukcapil
Pos Kupang.com/Yenni Rachmawati
Kadispenduk dan capil Kota Kupang, David Mangi 

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG. COM | KUPANG -- Blanko KTP-E yang masih tersedia sejak tahun lalu tersisa 1.000 blanko. Sedangkan jumlah Print Ready Record (PRR) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kota Kupang terdapat 10.000 PRR.

Diperkirakan untuk Januari ini akan bertambah menjadi 15.000 PRR. Oleh karena itu Dispendukcapil Kota Kupang membutuhkan 20.000 keping lagi untuk melakukan pencetakan KTP-E.

Polisi Tembak Pelaku Perampokan yang Bawa Kabur Uang 500 Dolar AS

Kepala Dinas Kependudukan dan Capil Kota Kupang, David Mangngi, di Ruang Kerjanya, Senin (7/1/2019), menyampaikan, ketersediaan blanko untuk 2019 ini tergantung dengan ketersediaan di Kementerian. Pengadaan blanko sesuai janji Dirjen sekitar 20 juta keping di bulan ini untuk seluruh Indonesia.

"Jadi bila stok sudah tersedia di Kementerian tinggal dijemput saja. Sedangkan jatah untuk kota Kupang sesuai dengan jumlah PRR. Bila PRR kota Kupang 10.000 dapatnya 10.000," tuturnya.

Ia menyebutkan saat tutup tahun Desember lalu jumlah PRR ada 10.000 diperkirakan ada tambahan sehingga bisa tembus 15.000. Pengajuan blanko nantinya akan dilakukan di pertengahan Januari.

Tersangka Pencuri Handphone Menikah di Kantor Polisi

Blanko yang tersedia saat ini akan diprioritaskan untuk perekaman baru. Bagi warga yang ingin melakukan pergantian ditangguhkan sampai Februari setelah blanko tersedia.

"Kalau ada yang mau perpanjangan, pergantian masa berlaku, KTP hilang, untuk sementara pegang dulu fotocopy sampai blanko tersedia barulah melakukan pencetakan baru," ujarnya.

Ia juga menjelaskan hasil pelayanan keliling yang dilakukan Dukcapil tahun lalu per 27 Desember berhasil merekam 563 orang yang dilayani dari seluruh kelurahan.

Kata David, lamanya proses pencetakan KTP itu lagu lama. Tapi bukan karena Dinas yang tidak mau mencetak melainkan karena ketersediaan blanko. Selain itu juga sangat ditentukan oleh informasi data yang dimasukkan oleh warga sendiri.

"Lebih banyak data yang dimasukkan adalah data yang tidak valid antara dokumen yang satu dengan yang lain. Datanya tidak sesuai, akhirnya terjadi penunandaan dalam pencetakan. Kemudian masalah jaringan yang sangat menentukan. Karena sistemnya online. Kita tidak bisa bekerja tanpa jaringan," katanya. (*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved