Berita Manggarai Barat Terkini

Spanduk Calegnya Dirusak dan Dibuang, Skolastika Lapor ke Bawaslu Manggarai Barat

Spanduk calegnya dirusak dan dibuang, Skolastika Bugis melapor ke Bawaslu Manggarai Barat

Spanduk Calegnya Dirusak dan Dibuang, Skolastika Lapor ke Bawaslu Manggarai Barat
POS KUPANG.COM/SERVATINUS MAMMILIANUS
Skolastika (kiri) saat melapor ke Bawaslu Manggarai Barat, Senin (7/1/2019). 

POS-KUPANG.COM  | LABUAN BAJO - Seorang Calon Legislatif (Caleg) di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar),  Skolastika Bugis, melaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) karena Alat Peraga Kampanye (APK) berupa spanduknya dirusak dan dibuang.

Disampaikannya, perusakan itu berlangsung pada Minggu (6/1/2019) malam di Kampung Nara, Desa Watu Galang, Kecamatan Mbeliling.

"Spanduk saya dirobek dan dibuang ke hutan. Tadi pagi ada anggota tim sukses saya yang menelpon saya memberitahukan hal itu dan saya sudah terima foto spanduk yang dirusak itu," kata Skolastika saat tiba di Kantor Bawaslu Mabar, Senin (7/1/2019).

Megawati Heran Pendukung Prabowo Menyerangnya dengan Sejumlah Isu di Media Sosial

Disampaikannya, perusakan terhadap spanduknya itu diketahui pada Senin pagi itu. Kebetulan pagi itu ada warga yang hendak memindahkan kerbaunya sekitar jam 06.00 Wita.

Warga itu mendapatkan baliho tersebut di hutan dalam keadaan sudah robek. Diduga ada oknum pengawas Pemilu dan oknum ASN yang melakukannya.

Pencuri 100 Gram Emas di Toko Omega Lama Lewoleba Dijebloskan ke Sel

Sementara itu, anggota Bawaslu Mabar, Frumensius Menti dan Eduardus Ndudu menyampaikan, pihaknya akan memberikan waktu tiga hari kepada pelapor untuk melengkapi laporannya.

"Dari laporan ini kami berpatokan pada aturan, yaitu apabila memenuhi syarat formal materil maka kami akan menindaklanjuti. Kami memberikan waktu tiga hari kepada pelapor untuk melengkapi laporannya," kata Frumensius.

Hal-hal yang perlu dilengkapi itu, yakni  bukti fisik spanduk yang rusak, foto kopi KTP dari pelapor dan foto kopi KTP dari saksi-saksi.

"Sekarang belum kami regis karena belum ada buktinya. Setelah ada bukti baru kami regis dan lakukan proses lanjutan. Antara lain klarifikasi dari terlapor, pelapor maupun saksi-saksi," kata Frumensius didampingi Eduardus. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved