Berita Kabupaten TTS Terkini

Pengaduan Pelanggan ke PDAM SoE Turun Drastis, Ini Penyebabnya

Tingkat pengaduan pelanggan PDAM Soe mengalami penurunan drastis sejak bulan Desember 2018 seiring dengan dimulainya musim penghujan.

Pengaduan Pelanggan ke PDAM SoE Turun Drastis, Ini Penyebabnya
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Direktris PDAM Soe, Lily Hayer 

POS-KUPANG.COM | SOE - Tingkat pengaduan pelanggan PDAM Soe mengalami penurunan drastis sejak bulan Desember 2018 seiring dengan dimulainya musim penghujan.

Jika di bulan-bulan sebelumnya PDAM Soe bisa menerima 300-an pengaduan dalam sebulan, saat ini dalam sebulan PDAM Soe hanya menerima sekitar 48 pengaduan dalam sebulan.

Debit air yang mulai naik dan kebocoran pipa PDAM Soe yang sudah ditutup pasca dibobol secara liar oleh masyarakat membuat pelayanan air minum PDAM Soe mulai perlahan normal.

Jubir PN Kelas II Kefamenanu Mengaku Ada Daftar Gugatan Pra Peradilan Oleh Pemohon Erwin

Namun, hingga saat ini di beberapa titik yang dilayani oleh sumber mata air Oenali belum dilayani dengan normal karena debit air sumber air Oenali belum normal. Pelayanan masih dilakukan empat hari sekali.

"Debit air sudah mulai naik walaupun belum normal sehingga pelayanan air sudah mulai membaik jika dibandingkan dengan musim kemarau. Hal ini berdampak pada menurunnya tingat keluhan pelanggan. Memang di beberapa titik seperti, jalan kakak tua, akas metan, cenda dan jalan eno yang pelayanannya belum normal karena sumber air Oenali belum normal. Namun tetap terlayani empat hari sekali," ungkap Direktris PDAM Soe, Lily Hayer kepada POS- KUPANG.COM, Senin (7/1/2019) di ruang kerja.

Kota Ende Alami Kekurangan Air 25 Liter Per Detik

Pelayanan air PDAM akan berjalan normal ketika memasuki bulan Februari karena saat ini debit air akan normal.

Ke depan, untuk meningkatkan pelayanan PDAM Soe kepada pelanggan, managemen PDAM Soe akan fokus melakukan perbaikan jaringan instalasi perpipaan yang ada.

Pasalnya, jaringan perpipaan yang saat ini ada sudah berusia 35 tahun. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pemeliharaan dan pergantian guna memaksimalkan pelayanan PDAM Soe.

"Sudah sejak tahun 2018 kita tidak melakukan penambahan pelanggan karena ingin fokus pada perbaikan jaringan instalasi perpipaan yang ada. Jaringan perpipaan kita sudah banyak yang berkarat bahkan bocor oleh sebab itu harus diganti. Kita sudah ajukan anggaran ke Pemda TTS untuk bisa dilakukan pemeliharaan jaringan kita. Semoga tahun ini bisa jawab," ujarnya.

Terpiah Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten TTS, Ady Tallo yang dikonfirmasi terkait bencana kekeringan yang menyebabkan masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih mengaku, saat ini laporan terkait masalah kekeringan sudah tida ada lagi.

Pasalnya, saat ini beberapa sumber air yang sempat kering di musim kemarau sudah mulai kembali mengalirkan air seiring dengan masuknya musim penghujan.

"Untuk laporan krisis air berih sudah tidak ada lagi. Bantuan mobil air bersih dari BPBD Propinsi NTT juga sudah kita kembalikan. Sumber mata air yang sempat kering di musim kemarau sudah mulai mengalir sehingga masyarakat sudah tidak lagi kesulitan memenuhi kebutuhan air bersihnya," sebutnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved