Berita NTT Terkini

Kebijakan Penghapusan Free Bagasi di Lion Air Group Beratkan Masyarakat NTT

Kebijakan maskapai Lion Air Group yang menghapus Free Bagasi bagi penumpang dinilai memberatkan masyarakat NTT.

Kebijakan Penghapusan Free Bagasi di Lion Air Group Beratkan Masyarakat NTT
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD NTT, Winston Rondo

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kebijakan maskapai Lion Air Group yang menghapus Free Bagasi bagi penumpang dinilai memberatkan masyarakat NTT. Maskapai ini melayani hampir 80 persen wilayah NTT.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD NTT, Winston Neil Rondo, Senin (7/1/2018). Menurut Winston, pihaknya mendapat banyak masukan dan protes dari masyarakat NTT terkait kebijakan Lion Air menghapus biaya gratis barang bagasi/free bagasi.

"Kami dapat banyak masukan dari masyarakat NTT, baik tokoh agama dan juga tokoh muda, bahwa kebijakan yang akan diberlakukan pada 8 Januari 2019 itu sungguh memberatkan masyarakat," kata Winston.

Warga Lamba Leda Rindukan Bank NTT

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD NTT ini menjelaskan, Lion Air dengan armada Wings melayani semua wilayah domestik di NTT yang memiliki Bandar Udara (Bandara) minus Kabupaten Sabu Raijua.

"Kondisi ini,justru bisa mematikan ekonomi masyarakat NTT, karena lintasan domestik ini selalu digunakan masyarakat NTT yang pebisnis. Kami mendapat banyak masukan dan protes dan masyarakat, tokoh agama,kebijakan Free bagase ini tidak memihak bagi masyarakat NTT," katanya.

Ketua DPR Minta Anggota Dewan Membagi Waktu Berkampanye dan Menjalankan Tugas Dewan

Dia mengatakan, pemerintah NTT perlu memperhatikan kondisi tersebut. "Tentu kami juga harapkan masalah ini bisa jadi perhatian serius dari DPR RI khususnya Komisi V DPR RI," katanya.

Dikatakan, pemberlakuan Free Bagasi ini tentu harus dikaji sebelum diterapkan, karena akan berdampak bagi masyarakat NTT.

"Saya contohkan,kalau warga dari Atambua ke Kupang dengan pesawat ini membayar Rp 350.000,namun jika membawa bagasi seberat 15 kilogram maka harus mengeluarkan lagi biaya Rp 465.000. Ini sudah melebihi biaya tiket dan ini baru satu contoh beban bagasi," katanya.

Dikatakan, keberatan itu disampaikan kepada pemerintah NTT dan juga DPR RI Komisi V agar menjadi perhatian.

"Kalau ini berlaku untuk penerbangan ke Jakarta atau Surabaya dan Bali atau lintasan internasional tidak masalah, tapi kalau penerbangan domestik, maka sangat memberatkan masyarakat NTT. Kami minta Komisi V DPR RI bisa panggil manajemen maskapai ini dan evaluasi agar dikaji betul sebelum diterapkan," ujarnya.

Untuk diketahui Bagasi Berbayar Lion Air untuk berat 5 kg biayanya Rp 155.000, bagasi 10 kg dengan biaya Rp 310.000, bagasi 15 kg biaya Rp 465.000, bagasi 20 kg dengan biaya Rp 620.000, bagasi 25 kg dengan biayaRp 755.000 dan berat bagasi 30 kg harus membayar Rp 930.000. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved