Berita Kabupaten TTS Terkini

BREAKING NEWS: Diduga Keracunan Makanan, 53 Warga Nule Dilarikan ke RSUD Soe

Diduga akibat keracunan makanan saat perayaan Natal bersama, 53 warga Desa Nule dilarikan ke Puskesmas Nule dan RSUD Soe

BREAKING NEWS: Diduga Keracunan Makanan, 53 Warga Nule Dilarikan ke RSUD Soe
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Para korban keracunan makanan yang sudah dipasingi infus sedang dirawat di RSUD Soe, Senin &/1/2019) 

POSKUPANG.COM | SOE –  Diduga akibat keracunan makanan yang dikonsumsi saat perayaan Natal bersama, 53 warga Desa Nule, Kecamatan Amanuban Barat, Senin ( 7/1/2019) sore dilarikan ke Puskesmas Nule dan RSUD Soe. Para korban keracunan makanan mengeluhkan sakit kepala, mual-mual, demam dan lemas. 

Usai tiba di rumah sakit, para korban yang mayoritas merupakan anak-anak langsung diberikan infus dan cairan antibiotik. Terbatasnya tempat tidur yang tersedia di rumah RSUD Soe dan Puskesmas Nule memaksa para pasien terpaksa harus menggunakan satu tempat tidur untuk berdua bahkan hingga berlima. 

Pihak Dinas Kesehatan dan RSUD Soe langsung bergerak melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulan Bencana Daerah ( BPBD) dan Dinas Sosial guna mendapatkan bantuan selbad (tempat tidur). Kepala Dinas Kesehatan, dr. Eirene Ina Dwika Ate dan Kepala BPBD Kabupaten TTS, Ady Tallo nampak langsung turun ke Puskesmas Nule untuk melihat keadaan para korban keracunan.

Empat Korban Tertimbun Ketika Gali Pasir di Hale

Sinorina Oenai, salah satu korban keracunan menceritakan, pada Minggu ( 6/1/2019) malam, dirinya bersama para korban keracunan lainnya mengikuti acara yang Natal bersama yang digelar di rumah Agusto De Araujo. Dalam Acara Natal bersama tersebut, dirinya bersama para korban lainnya mengkonsumsi Nasi, daging ayam,mie, sayur bunga pepaya, kerupuk, tahu, sambal dan mengkonsumsi air mineral kemasan. Usai santap malam, dirinya belum merasakan adanya gejala keracunan. Barulah keesokan harinya, Senin (7/1/2019) sore dirinya merasakan mual, kepala sakit, demam dan pusing. Karena keadaan terus menurun, keluarganya memutuskan untuk membawanya ke RSUD Soe. 

Isyak Nuka Sedih Saat Mengenakan Rompi Kepada Staf

" Saya mual sampai muntah-muntah tadi kakak. Kepala saya pusing sekali. Badan saya lemas semua. Ini setelah dikasih infus baru agak enak," ujar Sinorina.

Ujilia Misa (9), korban keracunan lainnya mengaku sudah merasa pusing dan mual sejak pukul 09.00 Wita. Dirinya sempat beberapa kali muntah sebelum diakhirnya dilarikan ke rumah sakit. Mirisnya, Prisilia tak sendiri dua orang saudaranya, Karanika Dasilva dan Rosantina Tilman ikut menjadi korban keracunan. Ketiga ikut menghadiri acara Natal bersam. 

" Saya rasa perut mual-mual dan kepala sakit sekali. Tadi saya muntah keluar nasi semua," tuturnya dengan Nada Lemas. 

Lorens Jehau, salah satu warga Kota Soe yang mendampingi para korban, memberikan korban makanan berupa nasi bungkus dan biskuit. Pasalnya, usai dirawat di RSUD Soe dan Puskesmas Nule para korban merasa kelaparan. 

" Tadi ada warga yang telepon saya menginformasikan kejadian keracunan masal ini. Jadi saya minta langsung bawa ke RSUD Soe. Nanti di sini baru saya atur. Kebetulan saya lihat jika korban kebanyakan dalam keadaan lemas makanya saya bantu sediakan konsumsi," ujarnya.‎

Pantauan pos kupang, di RSUD Soe dirawat 27 korban yang diduga keracunan makanan. Sedangkan di Puskesmas Nule dirawat 26 korban lainnya. Pada tangan para korban nampak terpasang jarum infus. Usai diberikan infus, mayoritas pasien yang merupakan anak-anak nampak tertidur di atas tempat tidur. Beberapa pasien yang tidak kebagian tempat tidur, terpaksa duduk dibangku atau dibangku orang tuanya yang terus berjaga.  (Laporan Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota )

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved