Berita Kota Kupang Terkini

Setahun Terbaring di Ranjang, Yohanes Menangis Saat Dikunjungi Mahasiswa Unwira

Yohanes Apa Dosa (56), lelaki pemulung yang menderita lebih dari setahun usai dioperasi perutnya menangis saat dikunjungi mahasiswa Unwira

Setahun Terbaring di Ranjang,  Yohanes Menangis Saat Dikunjungi Mahasiswa Unwira
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Yohanes Apa Dosa saat dikunjungi kelompok MM Unwira Angkatan 28 di RS Siloam pada Jumad (4/1/2019) sore. 

Yohanes mengalami penderitaan yang melilitnya lebih dari satu tahun setelah melakukan operasi di RS Leona Kupang membuatnya seolah mati dalam hidup. Ia tak bisa lagi mencari nafkah untuk menghidupi isteri dan tujuh orang anaknya, bahkan hanya untuk bergerak dan beraktifitas kecilpun sulit. "Anak, saya langkah keluar mau kencing saja susah, jadi ini masih kencing di dalam botol," katanya.

Lubang di perutnya setelah operasi hingga kini belum mengering. Di sana, di lubang itu hampir setiap waktu keluar "kotoran" dari dalam perutnya. Kotoran yang seharusnya "dibuang" melalui saluran pembuangan di anusnya.

Di sana, setiap waktu dikerubuti lalat, juga aroma tak sedap yang menusuk indra penciuman. Di sana, setiap waktu ia harus berjibaku menutupnya dengan tisu, lalu melilitinya dengan kain untuk menahan kotoran itu tidak muncrat dan meluber kemana mana.

"Kadang kadang saya menangis sedih, saya lihat pertarungan yang dihadapi isteri dan anak-anak, hampir setahun dua bulan saya tidak bisa apa apa," ujarnya lirih.

Dalam kondisi sulit, ia masih berpikir tentang anak laki laki yang mengambil perannya sebagai pencari nafkah. Keluarganya yang sederhana, menghabiskan uang setiap harinya hanya untuk membeli tisu, itu yang utama dibanding sekedar membeli lauk pauk untuk menambah suplemen gizi baginyan ang sakit sesuai saran dokter.

"Mau menangis, tidak bisa menangis. Mau teriak tidak bisa teriak, saya tersiksa dan tidak bisa buat apa apa dengan kondisi seperti ini. Saya ingin pulang saja ke Ende, lalu mati saja di sana, daripada di sini sengsara," keluh lelaki yang menginjakkan kaki di Kupang sejak 1994 silam.

Yohanes yang awal mulanya merasa kembung pada perut, kemudian diperiksa oleh dokter dengan vonis mengalami penyakit usus dan harus dioperasi itu lalu harus menerima kenyataan sengsara setelahnya karena tidak lagi bisa beraktifitas normal seperti sedia kala, termasuk memulung untuk menghidupi keluarganya.

Setelah kini Ia mulai dirawat dan ditangani secara medis di RS Siloam, ia berharap kesehatannya bisa kembali pulih sehingga ia bisa beraktifitas lagi. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved