Berita Kabupaten Sikka Terkini

Darimana Tanaman Kakao Bikin Cokelat Sikka Paling Dicari?

Tanaman kakao yang bikin cokelat ini ternyata diproduksi petani di Kecamatan Nita, Lela dan Mego.

Darimana Tanaman Kakao Bikin Cokelat Sikka Paling Dicari?
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Okto Suban Pulo memperlihatkan pasta cokelat produksi UPT SIC di Jalan Litbang, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kota Maumere, Pulau Flores, Sabtu (5/1/2019). 

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Tahukah Anda darimana bahan baku pembuatan cokelat Sikka (Cho-Sik) yang mulai diproduksi perdana bulan Februari 2018. Tanaman kakao ini ternyata diproduksi petani di Kecamatan Nita, Lela dan Mego.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sikka Convention Center (SIK), Okto Suban Pulo, kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu (5/1/2019) di Maumere, mengatakan, kakao dari petani untuk bahan baku pembuatan cokelat Sikka harus divermentasi.

"Syaratnya setelah pemetikan buah kakao yang sudah matang divermentasi. Harga jualnya dari petani ke koperasi Rp 37.000/Kg. Kami beli dengan Rp 38.000/Kg. Ini harga tertinggi kakao dari semua tempat di NTT," kata Okto.

Cokelat Sikka, Jajanan Paling Dicari Tamu Saat Kunjungi Maumere

Okto menjelaskan sekali produksi setiap hari menghabiskan 50-100 Kg kakao memenuhi permintaan pasar lokal di Maumere. Ia mengaku sering kewalahan melayani pesanan dari toko-toko di Maumere.

Ia mengatakakan cokelat Sikka telah dibebani target pemasukan pendapatan asli daerah (PAD). Tahun 2019 diberikan beban PAD Rp 300 juta.

Yayasan Nusa Bunga Abadi Rayakan Natal Bersama Anak Jalanan dan Pemulung

"Untuk tambah produksi, kami butuh tambahan mesin produksi. Jananan ini menjadi brand Sikka yang dicari sebagai ole-ole," ujar Okto. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Eginius Mo'a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved