Berita Kota Kupang

Mimpi Gubernur NTT Viktor Laiskodat: PAD NTT di Akhir Tahun 2023 Mencapai Rp 3 Triliun

Banyak yang menyatakan susah. Ya, saya selalu katakan gereja dan pemerintah NTT belum mengeluarkan manusia NTT dari sindrom kemiskinan

Mimpi Gubernur NTT Viktor Laiskodat: PAD NTT di Akhir Tahun 2023 Mencapai Rp 3 Triliun
POS KUPANG/RICARDUS WAWO
Gubernur Viktor Laiskodat perayaan Natal Oikumene di Gereja Jemaat GMIT Kaisarea BTN Kolhua, Jumat (4/1/2019). 

POS-KUPANG.COM|KUPANG-Gubernur NTT Viktor Laiskodat mengatakan dirinya bersama Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi dan jajaran Forkopimda lingkup Provinsi NTT mempunyai mimpi supaya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi NTT mencapai Rp 3 Triliun di tahun 2023. Bukan hanya itu, APBD NTT juga setidaknya menyentuh Rp 9-10 Triliun.

Ia mengatakan angkat-angka ini memang terdengar fantastastis yang tidak gampang dikejar. 

"Banyak yang menyatakan susah. Ya, saya selalu katakan gereja dan pemerintah NTT belum mengeluarkan manusia NTT dari sindrom kemiskinan," demikian yang diungkapkan Gubernur Viktor disambut tepuk tangan meriah umat yang hadir dalam perayaan Natal Oikumene di Gereja Jemaat GMIT Kaisarea BTN Kolhua, Jumat (4/1/2019).

Gubernur Viktor yang bertugas menyampaikan pesan natal itu kembali menekanan gereja dan pemerintah perlu mengangkat rasa optimistime diri untuk melihat masa depan yang lebih baik. 

Trend Penderita DBD Terus Menurun

Penjual Tinggalkan Los Ikan Basah di Pasar Alok

"Kita kadang-kadang merencanakan saja kita takut. Coba kita tengok kita punya perencanaan kabupaten/kota, PAD direncanakan Rp 90 Miliyar, Rp 100 miliyar. Saya bilang dimana kita mau bangkit sejahtera kalau PAD saja seperti ini," imbuhnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, dibutuhkan pemimpin yang inovasi dan kreativitas dari pemimpin. 

"Percuma kita beriman, berbakti kalau tidak ada manusia yang keluar dari kemiskinan dan kebodohan," ujarnya. 

Dia mengatakan tidak ada manusia yang lahir ke dunia hendak hidup miskin dan bodoh. Semua pemimpin perlu berpihak pada orang miskin bukan karena kemiskinan yang ia bela, tetapi karena orang miskin harus segera dibela sebagaimana teladan Yesus. 

"Salah gubernur, salah bupati kalau dia tidak mampu menjalankan program yang bisa mengeluarkan masyarakat dari kemiskinan dan kebodohan," tegasnya. 

Dijelaskannya, sebuah pemerintahan perlu propaganda. Pemerintahan tanpa propaganda itu mati dan propaganda selalu provokatif. 

"Karena itu saya memilih yang bodoh dan miskin, neraka. Provokatif sekali, tetapi siapa yang mau masuk neraka," tegasnya. 

Ia berharap gereja mampu bekerja sama dengan pemerintah karena hanya gereja yang punya jaringan sampai ke kelompok basis. Hanya gereja yang bisa mengetahui program pemerintah itu sampai ke masyarakat atau tidak.

Tahun 2019, lanjutnya, telah disetujui APBD NTT untuk Pemprov NTT sebesar Rp 5,4 triliun.(Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Ricko Wawo)
 

 

 
 

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved