Berita Kabupaten TTU

Derita Antonius Dari Batas Negeri, Minta Pemerintah Bangun Rumah

Maklum, sebagian warga di desa itu bekerja sebagai petani sehingga mereka harus pergi ke kebun untuk melakukan aktifitas bertani.

Derita Antonius Dari Batas Negeri, Minta Pemerintah Bangun Rumah
POS KUPANG/THOMAS MBENU NULANGI
Antonius bersama dengan anggota keluarganya foto bersama dengan Komandan Pos Napan Bawah Letda Inf. Muhamad Sadil di Napan, Selasa (2/1/2018). 

POS- KUPANG.COM--Hari semakin panas, waktu sudah menunjukan pukul 13:00 Wita, membuat langit di sekitar daerah perbatasan RI-RDTL, tepatnya di Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) tampak cerah.

Suasana di desa itu terasa sepi. Maklum, sebagian warga di desa itu bekerja sebagai petani sehingga mereka harus pergi ke kebun untuk melakukan aktifitas bertani.

Namun tidak untuk Antonius Lua. Warga dari RT 003/ RW 001, Desa Napan, itu tidak ke pergi kebunnya seperti kebanyakan para petani lainnya yang ada di desa itu.

Antonius sudah sangat tua. Umurnya yang sudah 87 tahun membuatnya tidak dapat lagi melakukan aktifitas bertani. Selain itu, dirinya juga sudah mulai sakit-sakitan.

Penderitaannya diperparah lagi dengan matanya yang sudah tidak berfungsi dengan normal lagi sejak empat tahun lalu, membuat dirinya hanya dapat beraktifitas disekitar rumah.

Promosi Wisata Bersama, Tingkatkan Pembangunan Pariwisata Sumba

Bupati Mabar Belum Terima Hasil Pengumuman Resmi CPNS Dari BKN

Untuk melakukan aktifitasnya sehari-hari, Antonius hanya mampu membersihkan pekarangan rumah yang sudah ditanami jagung. Hanya itu yang dapat dilakukan ditengah penderitaan yang dialaminya.

Antonius Hidup tidak sendirian. Ia hidup bersama 11 orang anggota keluargannya di dalam satu gubuk kecil yang hanya berukuran sekira 5 × 4 meter. Mereka tinggal di gubuk kecil itu berdesak-desakan.

Anggota keluargannya yang berjumlah 11 orang itu terdiri dari enam orang anaknya, dua menantu, dan dua cucunya yang masih kecil serta istrinya tercinta Juana Abi.

Dari enam orang anaknya, dua diantaranya telah menamatkan pendidikan menengah (SMP dan SMA) dan saat ini telah memiliki suami dan cucunya yang masih kecil-kecil. Sedangkan empat anak lainnya masih duduk di bangku sekola menengah (1 orang SMP dan 3 orang lainnya SD).

"Kalau anak-anak sekolah mereka sudah dibantu dengan beasiswa, tapi untuk bantuan khusus seperti untuk membeli pakaian tidak ada," kata Antonius kepada Pos Kupang, Rabu (2/1/2019).

Halaman
123
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved