Berita NTT Terkini

Hadapi Tahun Politik, Lucius Karus Paparkan Strategi Rasional Bagi Rakyat NTT untuk Pemilu

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi), Lucius Karus memaparkan strategi rasional bagi rakyat NTT untuk menghadapi pemilu.

Hadapi Tahun Politik, Lucius Karus Paparkan Strategi Rasional Bagi Rakyat NTT untuk Pemilu
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius (kedua dari kanan) Karus saat membawakan materi dalam seminar nasional mahasiswa Jurusan Ilmu Politik FISIP Undana Kupang, Kamis (25/10/2018) siang. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Menghadapi tahun 2019 yang merupakan tahun politik bagi rakyat Indonesia, Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi), Lucius Karus memaparkan strategi rasional bagi rakyat NTT untuk menghadapi pemilu.

Dihubungi POS-KUPANG.COM via aplikasi WhatsApp pada Kamis (3/12/2019) siang, ia mengungkapkan secara nasional di tahun 2019 rakyat Indonesia termasuk rakyat NTT secara serentak memilih Presiden dan Wapres, anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.

Dikatakannya, keserentakan pemilihan umum tak pelak menyita waktu dan energi masyarakat tak terkecuali di NTT. Betapa tidak, selain dua paslon presiden dan wakil presiden, pemilih masih harus menghadapi begitu banyak nama caleg yang diusung oleh 16 parpol nasional yang akan memperebutkan kursi DPR, DPRD Propinsi, dan DPRD Kab/Kota. Selain caleg-caleg tersebut, pemilih masih harus berhadpaan dengan nama-nama caleg untuk DPD.

PSK Ini Pasrah Lokalisasi Karang Dempel Ditutup, Tapi Minta Pemkot Pikirkan Nasib Mereka

Demi mengatasi kebingungan tersebut, lanjut Lucius, harus ada strategi yang rasional dari rakyat NTT.

Strategi rasional dari rakyat pertama menurut Lucius, tentu dengan memastikan calon presiden dan wakil presiden yang akan dipilih.

"Bagaimana membuat pertimbangan dalam menentukan paslon capres-cawapres ideal?," ungkapnya.

Pasar Alok di Maumere Makin Semrawut dan Jorok

Dalam konteks NTT, kata Lucius, prinsip dasar adalah latar belakang paslon. Latar belakang ini bisa terkait dengan track record figur yang menjadi calon presiden dan wakil presiden. Bisa juga terkait latar belakang partai pengusung beserta ideologi yang dibawa Partai-partai.

"Kita bisa dengan mudah menemukan rujukan di media massa dan sosial terkait latar belakang paslon dan partai-partai pengusung tersebut," ujarnya.

Provinsi NTT, jelas Lucius, pasti membutuhkan pimpinan nasional yang tak menikmati keuntungan dengan memainkan politik identitas sebagai jalan pintas meraih kemenangan.

NTT membutuhkan paslon presiden dan wakil presiden yang menghargai pluralisme dan tak memanfaatkan agama untuk politik.

Halaman
123
Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved