Liga Indonesia

Begini Sikap PSSI Jatim Terhadap Satgas Antimafia Bola Polri

Menurut dia, PSSI seharusnya berterima kasih kepada Polri yang mengambil langkah tegas membentuk Satgas Antimafia

Begini Sikap PSSI Jatim Terhadap Satgas Antimafia Bola Polri
KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D
Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Argo Yuwono memberikan keterangan kepada awak media di Mapolda Metro Jaya, Kamis (27/12/2018). 

POS-KUPANG.COM, SURABAYA- Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola seluruh Indonesia Jawa Timur siap memasok data jika dibutuhkan oleh Satuan Tugas Antimafia Bola Kepolisian Republik Indonesia.

Ketua Asprov PSSI Jatim Achmad Riyadh kepada wartawan di Surabaya, Kamis (3/1/2019), mengatakan, langkah Polri membentuk Satgas Antimafia Bola sangat tepat untuk mengubah kondisi persepakbolaan Indonesia menjadi lebih baik.

"Kasus mafia bola yang mengatur skor pertandingan merupakan tindak pidana. Karenanya kami dukung langkah Polri yang telah membentuk Satgas Antimafia Bola," katanya.

Intip Ramalan Zodiak Esok, Jumat 4 Januari 2019, Menyenangkan bagi Gemini, Membingungkan bagi Cancer

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Bayi di Kupang, Oknum Mahasiswi Peragakan 26 Adegan

Drakor Clean With Passion For Now Rating Tertinggi di Episode 1, Malam ini Episode 2 Tayang

V BTS Ulang Tahun, ARMY Baper, V Citakan dan Ucapkan Kata-Kata yang Mengharukan

Menurut dia, PSSI seharusnya berterima kasih kepada Polri yang mengambil langkah tegas membentuk Satgas Antimafia Bola untuk menangkap para pelaku pengaturan skor pertandingan.

"Itu seharusnya menjadi tugas PSSI, tapi Polri kemudian mengambil langkah tegas untuk memberantas mafia sepak bola," ujarnya.

Dengan telah dibentuknya Satgas Antimafia Bola Mabes Polri, Riyadh menegaskan tidak akan tinggal diam jika memang ada anggota Asprov PSSI Jatim yang terlibat dalam pengaturan skor.

"Kami siap membantu dengan memberikan data-data jika diminta Satgas Antimafia Bola Polri demi memberantas mafia bola yang telah merusak persepakbolaan Indonesia. Kalau bisa pelaku mafia bola dihukum berat. Dihukum gantung tidak masalah," katanya. (*)

Editor: Putra
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved