Berita Kota Kupang

Polda NTT Dalami Keterangan Saksi Ahli Terkait Kasus Teror dan Hoax Bom Malam Tahun Baru di Kupang

pelaku penyebar teror dan hoax bom malam tahun baru itu telah diperiksa dan memberi keterangan kepada polisi sejak ditangkap

Polda NTT Dalami Keterangan Saksi Ahli Terkait Kasus Teror dan Hoax Bom Malam Tahun Baru di Kupang
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Direktur Reserse Kiminal Khusus Polda NTT, AKBP Hery Tri Maryadi SH MH Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jules Abraham Abast SIK dan Kabid Teknis BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam ) NTT, MHD. Zaidi, S.Hut saat memberikan keterangan pers kepada awak media di Mapolda NTT pada Senin (3/12/2018) petang. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Polda NTT tengah serius memerangi penyebaran teror, hoax (berita bohong) dan ujaran kebencian di media sosial menjelang pelaksanaan hajatan politik pada tahun 2019.

Terbaru, Ditreskrimsus Polda NTT menciduk seorang pria yang memosting ancaman bom malam tahun baru di linimasa group Facebook Viktor lerik (Viki lerik) bebas bicara bicara bebas. Belum 24 jam memosting, EB (26) oknum pemuda yang berasal dari Kecamatan Maulafa Kota Kupang ini ditangkap pada Senin (31/12/2018) sekira pukul 15.00 Wita.

Dirkrimsus Polda NTT AKBP Hery Tri Maryadi SH MH ketika dihubungi POS-KUPANG.COM pada Selasa (1/1/2019) petang menjelaskan kasus teror dan hoax itu sedang ditangani pihaknya.

AKBP Hery menjelaskan, pelaku penyebar teror dan hoax bom malam tahun baru itu telah diperiksa dan memberi keterangan kepada polisi sejak ditangkap pada Senin (31/12/2018) kemarin. Lebih lanjut, proses penanganan kasus ini tengah menunggu keterangan ahli yang didatangkan dari Kemenkominfo.

“Kasus ini sedang kita tangani, saat ini kita sedang menunggu keterangan ahli dari Kemenkominfo. Apakah ini masuk dalam kategori ancaman dan sebagainya, soal lokasi waktu dan jenis ancamannya,” jelas AKBP Hery.

Pelaku, lanjut Hery untuk saat ini tidak ditahan karena menunggu keterangan ahli.

Pelaku diketahui telah memposting di linimasa group Facebook Viktor lerik (veki lerik) bebas bicara bicara bebas dengan postingan “Ada yang mau ikut ko…pi teror kow entar malam tanggal 1 ktong pi bom..selamatkan tanggal 1 Januari… auo ktong rame2...”

Pelaku diduga melakukan penyebaran berita bohong dengan maksud untuk membuat resah masyarakat. Telah dilaksanakan pemeriksaan terhadap pelaku dan saksi-saksi, serta telah diamankan Barang Bukti (BB) berupa 1 unit Hp Samsung.

 Pelaku diduga melanggar pasal 45A ayat 1 jo pasal 27 UU No. 19 Tahun 2016 sebagai pengganti UU No.11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp 1M (Satu Miliar Rupiah). (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved