Berita Kabupaten Ngada Terkini

Penebangan Pohon di Kawasan Cagar Alam Watuata Watulewa, Ini Tersangkanya

Kasus penebangan pohon di lokasi cagar alam Watuata di Watulewa, Polres Ngada sudah menetapkan dua orang tersangka.

Penebangan Pohon di Kawasan Cagar Alam Watuata Watulewa, Ini Tersangkanya
POS-KUPANG.COM/GORDI DONOFAN
Polisi saat menyita barang bukti di lokasi Cagar Alam Watuata Desa Langagedha Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, (25/10/2018). 

POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Kasus penebangan pohon di lokasi cagar alam Watuata di Watulewa Desa Langagedha Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada, Polres Ngada sudah menetapkan dua orang tersangka.

Dua orang tersangka yaitu penebang tukang sensor atas nama Kanisius Due dan yang menyuruh melakukan penebangan atas nama Kristina Tea. Berkas perkara tersebut sudah dinyatakan P21 oleh Kejaksaan Negeri Ngada pada 27 Desember 2018.

Kapolres Ngada, AKBP Andhika Bayu Adhittama, S.I.K, MH, melalui Kasat Reskrim Polres Ngada, Iptu Anggoro C. Wibowo, S.I.K, kepada POS-KUPANG.COM, mengatakan, kasus penebangan pohon dalam kawasan hutan cagar alam dilaporkan oleh Kepala Resort Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kabupaten Ngada oleh Petrus Sun ke Polres Ngada Kamis (25/10/ 2018).

Dua Penumpang Bus Lima Jaya Meninggal Dunia

Ia menjelaskan setelah mengecek lokasi penebangan pohon Ampupu dalam kawasan cagar alam Watuata di Watulewa, Desa Langagedha, Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada.

Pelapor menggunakan GPS dan setelah pelapor mengambil titik 2 koordinat maka pelapor memastikan jika lokasi penebangan pohon ampupu tersebut berada dalam kawasan hutan Cagar Alam Watuata di Watulewa- Langagedha.

Ismael Kecewa Program Bedah Rumah Kota Kupang Batal

"Karena pelapor belum tahu pelakunya maka pelapor datang ke Polres Ngada dan setelah berkoordinasi dengan Sat Reskrim Polres Ngada unit Tipidsus/Tipidter dan juga SPKT Polres Ngada, maka pelapor dan petugas kepolisian turun ke lokasi dan mengamankan barang bukti berupa mesin sensor dan  beberapa batang balok yang telah diolah. Saat itu terlapor baru menebang 3 pohon, Unit Pidsuss/ Tipidter Polres Ngada dipimpin Kanit Pidsuss/Tipidter, Bripka Jackobus K. Sanam kemudian melakukan penyelidikan terhadap pelaku penebangan," ujar Iptu Anggoro, Rabu (2/1/2019).

Iptu Anggoro mengatakan permintaan keterangan mulai dilakukan sejak 25 Oktober 2018 dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait, Kepala KSDAE Kabupaten Ngada dan juga Ahli dari KSDAE sedaratan Flores- Alor.

"Pada 8 November 2018 perkara tersebur ditingkatkan ke tahap sidik dengan menetapkan saudari Kristina Tea sebagai tersangka dan telah melakukan pemeriksaan tersangka pada 12 November 2018," ujarnya.

Ia mengatakan tersangka kemudian mengaku melakukan penebangan pohon Ampupu tersebut mengklaim lokasi tersebut miliknya sendiri dari suku Kelly dan telah menanam pohon Ampupu tersebut dan juga beberapa jenis pohon lainnya di lokasi itu.

Ia mengatakan, tersangka mengaku bahwa sebelumnya mendapatkan surat rekomendasi terkait kepemilikan lahan dan kayu dari kepala desa Langagedha, tersangka mengaku tidak tahu jika lokasi penebangan tersebut masuk dalam kawasan hutan cagar alam Watuata di Watulewa sehingga melakukan penebangan .

Halaman
12
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved