Berita Kabupaten Nagekeo Terkini

Andreas Dage Tegaskan Pendatang Baru Wajib Lapor Diri

Ketua RT 40 di Kelurahan Danga Kecamatan Aesesa, Andreas Dage, meminta setiap pendatang baru wajib melapor kepada RT setempat.

Andreas Dage Tegaskan Pendatang Baru Wajib Lapor Diri
POS-KUPANG.COM/GORDI DONOFAN
Ketua RT 40 Kelurahan Danga, Andreas Dage 

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Ketua RT 40 di Kelurahan Danga Kecamatan Aesesa, Andreas Dage, meminta setiap pendatang baru wajib melapor kepada RT setempat.

Andreas mengatakan sebagai warga negara yang baik wajib hukum menghormati pemerintah setempat mulai dari tingkat RT hingga Bupati.

"Saya minta pendatang baru wajib lapor kepada RT. Sehingga pemerintah tau ada pendatang baru di daerah tersebut. Tunjukan KTP dan itu wajib," ungkap Andreas, kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (2/1/2019).

Seleksi CPNS, Blasius: Kami Belum Terima Hasil dari BKN

Ia juga mengaku selama ini banyak pendatang baru tidak lapor diri dan sembarang saja masuk diwilayah RT 40. Oleh karena itu tahun 2019 wajib lapor dan harus diawasi.

Ia menjelaskan semua orang tentu ingin agar keamanan dan ketertiban  masyarakat tetap kondusif dan tidak mengganggu keamanan yang sudah terjaga selama ini.

Partai Golkar Siapkan Andreas Paru Pimpin Ngada


"Pendatang baru juga harus menjaga keamanan dan ketertiban," ungkapnya.

Ia meminta warga di RT 40 dan sekitarnya tidak boleh membuang sampah sembarangan.

Sampah harus dikumpulkan dan diatur dengan baik tidak boleh dibiarkan begitu saja tunggu banjir yang membawanya. "Saya minta warga untuk tertib dan tidak boleh buang sampah sembarangan," ujarnya.

Ia mengatakan warga diminta agar bisa memanagemen sampah dengan baik. Jangan dibuang didalam got dan drainase. Ketika ada sampah mohon diambil dan tidak dibiarkan begitu saja.

Ia mengatakan jika sampah dibiarkan maka ketika hujan lebat, sampah-sampah dibawa banjir dan bisa menumpuk didalam got yang jelas akan berdampak pada sumbatnya got karena banyak sampah didalamnya.

"Tolong jangan buang sampah dibelakang drainase dibelakang kompleks. Karena akan berakibat fatal. Kita sudah imbau mohon diikuti. Supaya tidak tambah banjir. Nanti kalau sampah dibuang kedalam got nanti got semua tersumbat, akhirnya banjir lagi," ujar Andreas.

Ia menegaskan agar warga bisa saling mengingatkan. Tertib diri dan jika ada yang membuang sampah sembarangan mohon untuk ditegur. Supaya sampah tidak dibuang dalam got. Sebab berakibat fatal jika banyak sampah dalam got.

Ia mengajak warga untuk mengumpulkan sampah didalam rumah masing-masing. Dan diolah secara manual oleh masing-masing orang. Atau jika ingin buanglah di tempat pembuanhan sementara yang sudah ditentukan sehingga petugas akan mengangkut sampah-sampah itu.

"Jadi tolonglah. Kita ini sudah besar semua. Mohon supaya tidak boleh biarkan sampah berserahkan. Kita tertib dan jangan sampai got-got tersumbat karena sampah," ujar Andreas.

Ia juga mengajak warga untuk terlibat aktif dan selalu hadir dalam kegiatan Bakti Sosial di lingkungan. Sehingga sifat dan nilai gotong-royong tetap terjalin.

Ia mengatakan semua pihak wajib menjaga kebersamaan dan wajib untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

"Saya ajak kita untuk aktif dalam kegiatan di lingkungan. Supaya kita dapat saling mengenal dan menjaga keamanan serta ketertiban," ujar Andreas. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved