Berita Kabupaten TTU Terkini

Warga Perbatasan Serahkan Pistol Jenis Revolver Buatan USA dan Amunisinya 3 Butir

Warga Desa Eban, Kecamatan Miomaffo Barat menyerahkan satu pucuk pistol aktif berjenis revolver beserta 3 butir amunisi kaliber 3,8 SPL.

Warga Perbatasan Serahkan Pistol Jenis Revolver Buatan USA dan Amunisinya 3 Butir
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Salah seorang warga menyerahkan satu pucuk pistol jenis revolver kepada Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Mekanis 741/GN Sektor Barat, Mayor Inf Hendra Saputra di Desa Eban, Selasa (1/1/2019). 

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Salah seorang warga yang berasal dari Desa Eban, Kecamatan Miomaffo Barat secara sukarela menyerahkan satu pucuk pistol aktif berjenis revolver beserta tiga butir amunisi kaliber 3,8 SPL.

Pistol buatan Amerika tersebut diserahkan secara langsung oleh pemiliknya kepada Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN, Mayor Inf. Hendra Saputra, S.sos., M.M., M.I.Pol dikediamannya pada, Selasa (1/1/2018).

Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Mekanis 741/GN Sektor Barat, Mayor Inf Hendra Saputra, S.Sos., M.M., M.I.Pol membenarkan bahwa pihaknya merima satu pucuk pistol jenis revolver kepada Pos Kupang melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa (1/1/2019).

Kemensos Berikan Jaminan Hidup PSK Karang Dempel Rp 5,5 Juta Per Orang

Hendra mengatakan, penyerahan secara sukarela satu pucuk pistol jenis revolver oleh salah seorang warga tersebut dilakukan sebagai ungkapan rasa terima kasih warga atas dedikasi yang telah ditunjukan oleh Satgas Pamtas RI-RDTL sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN selama bertugas di daerah perbatasan.

Lokalisasi Karang Dempel Resmi Ditutup Mulai 1 Januari 2019

Hendra menjelaskan, dalam melaksanakan tugas, pihaknya telah memberikan warna baru di lingkungan masyarakat di wilayah kecamatan Miomafo Barat, berupa pembagian sembako dan santunan kepada masyarakat yang kurang mampu dalam rangka menyambut tahun baru.

"Dampak positifnya dimana kami mendapatkan dan telah diserahkan oleh masyarakat satu pucuk pistol jenis revolver, senjata organik yang masih aktif. Kami sudah mengetes, dan kondisinya masih sangat baik. Kemungkinan eks milisi dari Timor-Timor," ungkapnya.

Selain menyerahkan pistol buatan Amerika Serikat, tambah Hendra, warga tersebut juga secara sukarela menyerahkan tiga butir amunisi kaliber 3,8 SPL kepadanya untuk diamankan.

"Oleh karena itu kami sangat berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang ada di perbatasan ini yang mau bekerja sama dengan kami untuk menjaga wilayah perbatasan ini," ungkapnya.

Hendra menegaskan, pihaknya juga telah memberikan penekanan dan sosialisasi kepada masyarakat yang ada diperbatasan agar tidak menyimpan senjata api jenis apapun dan amunisinya di rumahnya.

"Karena kami terus melakukan sosialisasi dan komunikasi dengan masyarakat, akhirnya semakin kesini mereka mau berinteraksi dan terbuka dengan kami sehingga kami mendapat banyak hal positif dari masyarakat," pungkasnya.

Hendra menjelaskan, pencapaian terhadap beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN berkat pendekatan yang baik kepada masyarakat di daerah perbatasan.

"Kami punya trik dan cara kami sendiri yang sudah kami latih pra tugas sebelum kami kesini selama dua bulan, kemudian kami sesuaikan dengan kondisi masyarakat yang ada disini," katanya.

Hendra mengungkapkan, selama bertugas selama sebulan lebih di daerah perbatasan, dirinya merasa sangat dekat dengan masyarakat terutama masyarakat yang berada di pos-pos dalam wilayah tugas Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN.

Hendra mengatakan, dirinya juga telah memerintahkan kepada seluruh anggotanya yang berada di satuan ditingkat bawah supaya ebih intens melaksanakan kegiatan anjangsana di wilayah tugasnya masing-masing. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved