Berita Puisi

Ini Loh Puisi-Puisi Minggu Pos Kupang Minggu Ini

Rintik-rintik air terlepas dari awan, Dinamai hujan, Sepasang merpati terbang melewatinya, Membiarkan

Ini Loh Puisi-Puisi Minggu Pos Kupang Minggu Ini
ils
anak pertama 

Masa Advent

Mari menepi ke ruang tunggu
Menanti Tuhan dalam tahun yang berlalu
Sembari menjelajahi serambi-serambi diri
Yang dihiasi kisah dekil penuh abu.
(2018).

Natal

Rindu rumah yang ramah
Kala segala kenang berlabuh dalam kening
Dan perihal pulang menuju palung ibu
Di kampung halaman.
(2018).
(Fian Jampong, mahasiswa STFK Ledalero, tinggal di Wisma St. Rafael-Nita, Maumere).

Kasus Teror dan Hoaks Bom Malam Tahun Baru, Polda NTT Dalami Keterangan Saksi Ahli

Puisi-puisi Melki Deni
Bui di Dalam Darah

Sesuai langkah semerbak hana,
Terdengar bak mahkota buana
Air mata meruncing asa
Berlabuh teduh bermain rindu
bercadar di balik sayup-sayup sampai
Seperti pasak yang diikat,
Menyanggah kemah pencinta di atas padang pasir
tancapkan liarku dalam setia nan cemburu
Gemuruh masa lalu pun memecah kekinian
rahasiakan dalam sajak kidung indah
Terjepit oleh flegmatis waktu
Bak hujan musim kemarau, bercinta
Menciumi tanah dan segala bernafas,
Buikan diriku dalam nadi darahmu.
Odeku nan Syahdu
Tuhan,
aku tidak mau umur panjang,
Dosa mengintip-intip dibalik tirai ziarah ini.
Tuhan,
Aku tidak suka selalu sehat,
Obat-obatan menanti dgn menderita.
Tuhan,
Aku hanya butuh bijaksana dan cinta,
Tuk halaukan kegelapan dan kebutaan dunia.

Gantikan Willem Rampangilei, Presiden Akan Lantik Doni Monardo Jadi Kepala BNPB Besok

Ada atau Tidak Ada dalam Detik

Di tebing detik ini
Masihkah mengadu? Bernafsu? Berdoa khyusuk?
Kau ada atau tidak ada di detik itu.
Masih berdiri tegak di detik tersisa.
Kita rabun berhadapan detik kan?
Berbahagialah di masa pagi dengan berlari-lompat
Bergairahlah, jika bisa memeluk dan bersetubuh dengan si siang
Bersykurlah dan bersusahlah di usia senja ditendang malam
Jangan berani berlakon ironis.
Celaka!
Kau tahu celaka ada dalam dada.
Beratnya, tak tertimbangi.
(Melki Deni merupakan nama pena dari Melkisedek Deni, mahasiswa STFK Ledalero, berasal dari Reo-Manggarai).

Penulis: PosKupang
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved