Bendungan Raknamo dan Rotiklot

Upaya Konservasi Mewujudkan Ketahanan Air dan Kedaulatan Pangan

Pembangunan Bendungan Raknamo dan Rotiklot upaya konservasi mewujudkan ketahanan air dan kedaulatan pangan di Provinsi NTT

Upaya Konservasi Mewujudkan Ketahanan Air dan Kedaulatan Pangan
POS-KUPANG.COM/DOK PPK BENDUNGAN 1
Kondisi air di Bendungan Raknamo saat diambil gambar bulan September 2018. 

Pembangunan Bendungan Raknamo dan Rotiklot upaya konservasi mewujudkan ketahanan air dan kedaulatan pangan di Provinsi NTT

POS-KUPANG.COM - PEMBANGUNAN infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) merupakan rangkaian kegiatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam mendukung program Nawacita yang telah dicanangkan oleh pemerintah yaitu membangun Indonesia dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia (RI) untuk meningkatkan produktivitas rakyat.

Melalui Ditjen SDA Kementerian PUPR telah mengimplementasikan kebijakan sampai dengan tahun 2019 yang diwujudkan melalui berbagai program pembangunan, di antaranya dengan pembangunan 65 bendungan yang terdiri dari 16 bendungan lanjutan dan 49 bendungan baru. Dari jumlah tersebut, 7 bendungan direncanakan dibangun di Provinsi NTT.

Ini yang Dilakukan BWS NT II NTT Menyelamatkan Pemukiman Penduduk dari Banjir Sungai Loworea

Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara (BWS NT) II Provinsi NTT, Ir. Agus Sosiawan, ME, melalui Kasatker Bendungan, Marten Luther Tella, ST, M.Si dan PPK Bendungan I, Frangky Welkis, Senin (24/12/2018), menjelaskan, perlunya membangun bendungan di NTT karena Provinsi NTT mempunyai iklim yang tergolong tropis kering, dengan curah hujan rata-rata 1.200 mm/tahun. Musim hujan biasanya terjadi pada pertengahan bulan Desember hingga bulan Maret dengan intensitas curah hujan yang tinggi dalam durasi waktu yang pendek sehingga menimbulkan banjir.

Dirjen SDA Kementerian PUPR, Dr. Ir. Hari Suprayogi, M.Eng bersama Wakil Gubernur NTT, Josep Nae Soi dan Wakil Bupati Belu, J T Ose Luan, dan Kadis PUPR NTT, Ir. Andre W Koreh, MT menekan tombol sirene sebagai tanda pengisian awal (Impounding) Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, Kamis (13/12/2018).
Dirjen SDA Kementerian PUPR, Dr. Ir. Hari Suprayogi, M.Eng bersama Wakil Gubernur NTT, Josep Nae Soi dan Wakil Bupati Belu, J T Ose Luan, dan Kadis PUPR NTT, Ir. Andre W Koreh, MT menekan tombol sirene sebagai tanda pengisian awal (Impounding) Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, Kamis (13/12/2018). (POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas)

Sedangkan delapan bulan lainnya berlangsung musim kemarau sehingga debit air menurun drastis. Akibatnya, daerah pertanian mengalami kekeringan, pasokan air baku tidak memenuhi kebutuhan perkotaan maupun pedesaan.

Membangun Tanggul Upaya Menahan Abrasi Pantai di Wilayah Pesisir Kota Larantuka

Mengatasi persoalan tersebut, salah satu upaya pemerintah pusat dalam hal ini Ditjen SDA Kementerian PUPR adalah membangun tampungan air hujan. Sampai dengan tahun 2015 telah tersedia bangunan penampung air hujan berupa embung kecil sebanyak kurang lebih 1.000 buah, embung irigasi 47 buah, dan bendungan/waduk satu buah (Tilong Dam).

Berdasarkan hasil identifikasi, potensi pembangunan bendungan/waduk di Provinsi NTT sebanyak kurang lebih 50 buah, yang tersebar di tiga pulau besar, yaitu Pulau Sumba, Pulau Timor dan Pulau Flores.

Berkat Sumur Bor, Julius Pellondou Bisa Bangun Rumah Tembok

Untuk memaksimalkan pemenuhan pasokan air baik untuk kebutuhan air baku, air irigasi, konservasi, listrik dan kebutuhan lainnya, pemerintah merencanakan membangun tujuh buah bendungan di NTT. Dua di antaranya Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang dan Rotiklot di Kabupaten Belu sudah selesai dan sementara dalam proses pengisian. Sementara Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka dan Temef di Kabupaten TTS masih dalam proses konstruksi. Sedangkan Bendungan Manikin/Tefmo di Kabupaten Kupang, Kolhua di Kota Kupang, dan Mbay/Lambo di Kabupaten Nagekeo masih dalam proses penyiapan.

DI Kodi Mengatasi Kekurangan Air Lahan Pertanian yang Beririgasi di Sumba Barat Daya

Pembangunan bendungan ini bertujuan mengkonservasi sumber daya air serta pengendalian daya rusak air dalam rangka mewujudkan ketahanan air dan kedaulatan pangan.

Bendungan Raknamo yang memanfaatkan air dari Daerah Aliran Sungai Noel Puames dengan total tampungan 14,09 juta M3 akan dimanfaatkan untuk menyediakan air baku untuk Ibu Kota Kabupaten Kupang dengan debit 100 liter/detik, menyediakan air irigasi bagi lahan 1.205 hektar, mengendalikan banjir daerah hilir Kota Kupang, pembangkit listrik tenaga mikro 0,22 MW, dan untuk pengembangan pariwisata.

Setelah Bangun Embung, Petani Oematnunu tak Lagi Gagal Panen

Halaman
12
Penulis: Kanis Jehola
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved