Berita Internasional Terkini

Jenazah Jamal Khashoggi Dibawa Tim Pembunuh Pakai Kantong Plastik

Kantong plastik yang diduga berisi potongan jenazah jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi.

Jenazah Jamal Khashoggi Dibawa Tim Pembunuh Pakai Kantong Plastik
KOMPAS.com /Screengrab from Yeni Safak
Potongan video memperlihatkan seorang anggota tim eksekutor keluar dari mobil dan setelah itu membawa kantong plastik yang diduga berisi jenazah Jamal Khashoggi di kediaman Konsul Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki. 

POS-KUPANG.COM | ANKARA -  Sebuah video yang bocor di media Turki memperlihatkan Dalam video yang dilansir Al Jazeera Senin (31/12/2018), anggota tim pembunuh tiba di rumah Konsul Jenderal Saudi di Istanbul, Turki, yang berjarak beberapa meter dari gedung konsulat. Terdapat seseorang yang membawa kantong plastik besar berwarna hitam memasuki kediaman konsul jenderal, dengan kantong tersebut tak terlihat lagi setelahnya.

Video itu pertama kali dirilis oleh kanal televisi Turki A Haber, dengan sumbernya berasal dari Ferhat Unlu, jurnalis investigasi harian Daily Sabah. Jurnalis Al Jazeera Sinem Koseoglu dari Istanbul melaporkan, Unlu menyatakan tidak ada bukti kantong plastik itu diambil kembali dari kediaman konsul jenderal.

PK Ditolak MA, Jessica Kumala Wongso Tetap Dihukum 20 Tahun Penjara

Koseoglu berkata, otoritas Turki sudah melakukan penggeledahan di kediaman konsul jenderal. Namun ada satu tempat yang belum mereka jamah. Tempat itu adalah sebuah lubang di kediaman konsul jenderal, di mana Saudi tak mengizinkan Turki melakukan penyelidikan di sana.

BNPB Tegaskan Tidak Ada Kaitan Antara Pemimpin dengan Bencana di Indonesia

"Rilis video terbaru ini jelas mengubah arah penyelidikan," ujar Koseoglu.

Direktur Eksekutif Arab Center Washington DC Khalil Jahshan menyebut rekaman itu sangat signifikan. Menurut Jahshan, rekaman video itu bisa menjadi jawaban dari sebuah pertanyaan penting yang menggelayut: di mana jenazah Khashoggi berada?

"Rekaman itu meninggalkan kesan jenazah Khashoggi berada di kedimana konsul jenderal. Seharusnya penyelidik Turki fokus di sana," terang Jahshan.

Khashoggi dilaporkan menghilang ketika memasuki gedung konsulat pada 2 Oktober untuk mengurus dokumen pernikahan dengan tunangannya, Hatice Cengiz. Dia dibunuh dan jenazahnya dimutilasi di dalam gedung.

Turki menyebut kasus itu sebagai pembunuhan berencana yang dilakukan Saudi. Riyadh menyanggah klaim tersebut dengan menjelaskan Khashoggi dibunuh oleh "orang tak jelas" setelah sebelumnya mereka bersikukuh dia telah meninggalkan gedung dengan selamat.

Sumber dari penyelidik Turki mengungkapkan perintah membunuh jurnalis 59 tahun itu datang dari pimpinan tertinggi Saudi. Kecurigaan kemudian mengarah kepada Putra Mahkota Mohammed bin Salman ( MBS). Apalagi, Khashoggi dikenal sebagai pengkritik vokal MBS. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved