Berita NTT Terkini

Selama 2018, Trend Kecelakaan Lalu Lintas di Provinsi NTT Meningkat

Trend Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) di Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada tahun 2018.

Selama 2018, Trend Kecelakaan Lalu Lintas di Provinsi NTT Meningkat
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Kapolda NTT Irjen Pol Drs Raja Erizman saat jumpa pers akhir tahun Kapolda NTT di Mapolda NTT pada Senin (24/12/2018). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Trend Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) di Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada tahun 2018. Prosentase peningkatan jumlah lakalantas ini bahkan mencapai angka lebih dari 60 persen.

Hal ini terungkap dalam Jumpa Pers Akhir Tahun Kapolda NTT yang dilaksanakan pada Senin (24/12/2018) di Mapolda NTT, Jalan Soeharto Kelurahan Naikoten Kota Kupang NTT.

Dalam jumpa pers yang dihadiri sekira 30an awak media baik  TV, cetak, radio maupun media online itu, Kapolda NTT Irjen Pol Drs Raja Erizman menyatakan untuk kasus kecelakaan dan korban meninggal dunia akibat kecelakaan mengalami peningkatan.

Jembatan di Raimanuk-Belu Rusak Diterjang Banjir, Sebagian Bangunan Runtuh ke Kali

“Jika dibandingkan dengan angka kecelakaan pada 2017 yang berjumlah 131 kasus, maka pada 2018 mengalami peningkatan hingga 62,60% menjadi 213 kasus kecelakaan,” papar Kapolda Raja Erizman yang didampingi oleh Wakapolda Brigjen Pol Johannis Asadoma dan Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Selama 2018, Empat Kasus OTT Siber Pungli Polda NTT Di-SP3

Lebih lanjut dijelaskan, untuk korban meninggal dunia akibat kecelakaan juga mengalami peningkatan sebanyak 6 orang dari jumlah korban pada tahun 2017. Jika pada 2017 jumlah korban meninggal sebanyak 35 orang maka pada 2018 menjadi 41 orang.

“Jadi untuk trend korban meninggal dunia akibat kecelakaan juga meningkat sebesar 17,14 persen,” jelas Kapolda.

Selain itu, jumlah korban luka berat pun demikian. Ada peningkatan jumlah korban sebanyak 29 orang korban. Jika pada tahun 2017 korban luka berat berjumlah 40 orang maka pada tahun 2018 meningkat menjadi 69 orang.

Korban luka ringan juga mengalami peningkatan, dari 169 korban pada tahun 2017 menjadi 274 korban pada tahun 2018. Demikian pula dengan kerugian material yang juga mengalami peningkatan sebesar 31,32% atau setara dengan nominal Rp153.255.000.

“Kalau kerugian material akibat kecelakaan lalulintas pada tahun 2017 sebesar Rp 489.325.000, pada tahun 2018 meningkat menjadi Rp 642.580.000. Atau trend ini mengalami peningkatan sebesar 31,32 persen,” tambah Kapolda.

Untuk pelanggaran lalulintas dan jumlah kendaraan yang ditilang juga mengalami kenaikan. Jumlah pelanggaran lalulintas meningkat 1.022 pelanggaran dan jumlah kendaraan yang ditilang meningkat 2.039 kendaraan.

Jika pada 2017 jumlah teguran lalulintas sejumlah 4.672 teguran maka pada 2018 meningkat menjadi 5.694 teguran. Demikian pula jika pada 2017 terdapat 7.830 kendaraan yang ditilang,maka pada 2018 meningkat menjadi 9.869 kendaraan.

Oleh karena itu, Kapolda NTT menghimbau kepada seluruh masyarakat agar menjaga ketertiban dan kepatuhan dalam berlalulintas. Orang nomor satu di Jajaran Polda NTT ini bahkan terus mengingatkan agar setiap masyarakat dapat menjadi polisi bagi dirinya sendiri terutama dalam menjadi pelopor keselamatan berlalulintas dengan tetap mengenakan helm, melengkapi perlengkapan kendaraan serta membawa serta surat surat kendaraan.

“Tertib berlalulintas harus dimulai dan dibiasakan dari diri sendiri untuk menjaga keselamatan sendiri dan orang lain,”ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved