Berita Kabupaten Sumba Barat

PKL di Pasar Rada Mata SBD, Berjualan Hingga Dipinggir Jalan Raya. Macetkan Lalin

Kondisi pasar Rada Mata cukup semrawut akibat ulah pedagang kaki lima berjualan semaunya hingga dipinggir jalan raya.

PKL di Pasar Rada Mata SBD, Berjualan Hingga Dipinggir Jalan Raya. Macetkan Lalin
POS KUPANG/PETRUS PITER
Pedagang ayam berjualan dipinggir jalan raya pasar Rada Mata, SBD yang sering menimbulkan terjadi kemacetan lalu lintas kendaraan menuju Bandara Tambolaka maupun ke Pelabuhan Weekaloh, SBD.

POS-KUPANG.COM|TAMBOLAKA---Kondisi pasar Rada Mata cukup semrawut akibat ulah pedagang kaki lima berjualan semaunya hingga dipinggir jalan raya.

Akibatnya seringkali menimbulkan terjadi kemacetan arus lalu lintas baik menuju Bandara Tambolaka maupun ke Pelabuhan Weekeloh, SBD.

Seperti disaksikan pos-kupang.com, Jumat (28/12/2018) pagi, para pedagang menguasai areal terminal lama berjualan dan sebagian berjualan hingga dipinggir jalan raya.

Misalnya pedagang ayam dan sebagian pedagang sayur-sayuran. Para pedagang berjualan semaunya tanpa merasa sedikitpun bersalah mengganggu kelancaran lalu lintas kendaraan.

Dua pedagang ayam David Kaka dan Lorens Dama yang ditemui mengatakan, terpaksa berjualan dipinggir jalan raya agar lebih cepat laku. Para pembeli tak perlu berjalan masuk dalam pasar tetapi cukup menepih kendaraannya langsung membeli ayam.

Keduanya mengaku, memang sering terjadi kemacetan bila beberapa pemilik kendaraan parkir dipinggir jalan raya untuk membeli ayam. Tetapi keadaan itu tidak berlangsung lama.

Umat Stasi St. Kristoforus Matani Doakan Korban Tsunami di Banten dan Lampung

Capaian PAD Kota Kupang Over Target

Prabowo Mengharapkan Dukungan Masyarakat NTT

Empat Potret Suasana Misa Perutusan Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo

Keduanya juga mengakui, sejujurnya pemerintah telah melarang pedagang berjualan di lokasi pasar lama Rada Mata, SBD dan hanya diperbolehkan berjualan di Pasar Baru Weepangali.

Namun semenjak pilkada SBD, tepatnya pada bulan Juni 2018, para pedagang beramai-ramai meninggalkan lokasi pasar baru dan kembali berjualan di pasar lama.

Dan hingga saat ini, belum ada permintaan resmi pemerintah agar pedagang meninggalkan lokasi pasar lama Rada Mata dan kembali berjualan di Pasar baru Weepangali, sekitar 6 km ke arah timur Kota Tambolaka, SBD. (Laporan Reporter Petrus Piter)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved