Pater Gregor Neonbasu: Makna Natal Mengatasi Batas Kemanusiaan Kita seperti Suku, Ras dan Agama

Menurut Dr. Gregor Neonbasu karena itu Gerindra sebagai sebuah partai harus terus-menerus memperjuangan nilai-nilai kebhinekaan

Pater Gregor Neonbasu: Makna Natal Mengatasi Batas Kemanusiaan Kita seperti Suku, Ras dan Agama
FOTO KIRIMAN MESAKH DETHAN
Pater Dr. Gregorius Neonbasu (kelima dari kiri) dan Dr. Mesakh Dethan (paling kanan) dalam sesi foto bersama seusai kebaktian Natal Nasional Partai Gerindra di Atambua, Kamis 27 Desember 2018. 

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA -- Dosen Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang, Pater Dr. Gregorius Neonbasu, SVD mengatakan, makna Natal mengatasi batas kemanusiaan kita seperti suku, ras dan agama. Hal itu dikatakannya pada acara Natal Nasional Partai Grendra di Atambua Belu, NTT, Kamis, 27 Desember 2018.

“Kita semua bersama para tamu undangan yang sedang merayakan Natal Nasional bersama Partai Gerindra saat ini di tapal batas, di salah satu Kabupaten terluar Indonesia, di Atambua ini, ada dalam suatu paradigma Natal melampaui batas-batas negara, suku, agama dan ras. Oleh karena Kristus yang datang ke dunia yang kita rayakan kelahirannnya menunjukkan kehidupan dan ajarannya tentang kasih yang melampui pembatasan apapun yang dibuat manusia,” kata Pater Gregor.

Menurut Dr. Gregor Neonbasu karena itu Gerindra sebagai sebuah partai harus terus-menerus memperjuangan nilai-nilai kebhinekaan dalam tatanan NKRI dan mampu memberikan peran positif dalam membangun bangsa Indonesia dalam segala bidang.

Mesakh Dethan (keempat dari kiri)  pose bersama Prabowo Subianto, Walikota Kupang Jefri Riwu Kore dan Ketua DPD Gerindra NTT Esthon L Foenay.
Mesakh Dethan (keempat dari kiri) pose bersama Prabowo Subianto, Walikota Kupang Jefri Riwu Kore dan Ketua DPD Gerindra NTT Esthon L Foenay. (FOTO KIRIMAN MESAKH DETHAN)

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan, Partai Gerindra yang didirikannya bersama tokoh-tokoh nasional lainnya bertujuan memperjuangkan nasib rakyat kecil yang menderita karena kemiskinan dan penindasan lainnya.

“Termasuk juga memperjuangan nasib orang-orang di perbatasan ini yang setia dengan sang saka Merah Putih," demikian penegasan Prabowo yang disambut tepukan tangan meriah ribuan masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.

“Dalam hati dan jiwa raga kami Gerindra selalu dan akan terus berjuang bagi NKRI, termasuk juga berjuang bagi eks warga Timtim yang cinta Bendera Merah Putih, berjuang bagi nilai-nilai kebersamaan dan kesatuan bangsa. Buktinya Gerindra waktu lalu mendukung calon bupati dengan latar belakang etnis Tionghoa yang hanya berjumlah 3 % di daerah ini, tetapi toh ia terpilih sebagai Bupati Belu, yaitu Bupati Willybrodus Lay, SH. Bukan hanya itu telah banyak juga kader Gerindra yang telah memberi sumbangsih yang luar biasa di berbagai daerah di Indonesia. Termasuk salah satu putra terbaik NTT, Fary Djemi Francis, ketua Komisi V DPR RI yang telah memberikan banyak sumbangsih positif untuk pembangunan bangsa bukan hanya NTT, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia," tegas Prabowo Subianto.

Dosen Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Pdt. Dr. Mesakh Dethan yang diundang hadir dalam acara tersebut memberi komentarnya bahwa perayaan Natal Nasional Gerindra di wilayah terluar Indonesia merupakan suatu langkah poisitif dan memiliki makna yang dalam.

“Seringkali kita hanya mau merayakan Natal di kota-kota besar dan penuh dengan kemewahan. Perayaan Natal di tapal batas ini mau menunjukkan bahwa bangsa ini harus terus-menerus peduli pada daerah-daerah pinggiran, daerah-daerah terluar yang jauh dari sentuhan pembangunan bangsa Indoensia. Yesus Kristus lahir bukan di kota besar namun di daerah pinggiran, bukan di Yerusalem tetapi di Betlehem, bahkan di sebuah kandang hina,” demikian doktor lulusan Jerman ini.

Diminta komentarnya terhadap khotbah Pater Dr, Gregorius Neonbasu, SVD dan ungkapan kangen Prabowo Subianto, Dr. Mesakh Dethan mengatakan sepakat bahwa nilai persatuan dan kebersamaan, nilai-nilai untuk menjaga kebhinekaan dalam bingkai NKRI harus terus-menerus disosialisasikan dan diperjuangkan dalam kehidupan berbangsa.

“Sebetulnya bukan hanya partai Gerindra atau para simpatisannya, tetapi semua anak bangsa dari partai dan golongan manapun, agama dan aliran kepercayaan manapun hendakhya terus-menerus terpanggil untuk mempertahankan nilai-nilai persatuan dan keragaman sebagai kekayaan bangsa Indonesia," kata Mesakh Dethan dalam rilisnya kepada Pos Kupang.Com, Jumat (28/12/2018). (*)

Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved