Berita Regional Terkini

Pasca Bom, Polrestabes Surabaya Terapkan Beberapa Strategi Pengamanan Natal, Apa Saja?

Pascaterjadinya bom Surabaya di 3 gereja pada Mei 2018 lalu, Polrestabes Surabaya menerapkan beberapa strategi untuk pengamanan perayaan Natal.

Pasca Bom,  Polrestabes Surabaya Terapkan Beberapa Strategi Pengamanan Natal, Apa Saja?
KOMPAS.com/Polresrabes Surabaya
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan 

POS-KUPANG.COM | SURABAYA- Pascaterjadinya bom Surabaya di 3 gereja pada Mei 2018 lalu, Polrestabes Surabaya menerapkan beberapa strategi untuk pengamanan perayaan Natal.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan, strategi pengamanan yang dilakukan adalah mengurangi akses masuk kendaraan ke dalam gereja.

"Kami berkoordinasi dengan pihak gereja, sekarang (kendaraan) kami batasi agar lebih fokus lagi dalam hal pemeriksaan," kata Rudi, Senin (24/12/2018).

Data Sementara Korban Tsunami Selat Sunda, 373 Meninggal, 1.459 Luka-Luka, dan 128 Hilang

Selain itu, proses seleksi pengunjung gereja akan dilakukan lebih jauh dengan lokasi gereja. Kemudian, apabila sebelumnya kendaraan bisa parkir di halaman gereja, saat ini hal itu tidak diperbolehkan. Sebab, kata Rudi, di depan halaman gereja akan dipasangi barier untuk pengamanan.

Imbauan BMKG: Hingga Rabu Besok Masyarakat Dilarang Beraktivitas di Pantai Sekitar Selat Sunda

Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan identifikasi dan berkoordinasi dengan Densus 88 serta masyarakat untuk mencegah timbulnya aksi atau kejadian yang tidak diinginkan.

"Kami juga mengajak seluruh masyarakat sekitar gereja untuk bersama-sama menjaga keamanan sebagai wujud toleransi antar umat beragama,” lanjut dia.

Siapkan 3.100 personil

Rudi menambahkan, sesuai ketentuan, Polrestabes Surabaya menurunkan 3.100 personel untuk memantau proses pengamanan Natal dan Tahun Baru 2019.

Lebih lanjut, Rudi mengatakan, pengamanan Natal dan Tahun Baru juga dibantu TNI, dalam hal ini Korem 084 Bhaskara Jaya, Pemkot Surabaya, ormas, Banser, dan Pramuka.

"Setiap gereja (di Surabaya) ada Polisi dan TNI yang berjaga," imbuh Rudi.

Sejak pagi, Polrestabes Surabaya telah melakukan sterilisasi di 25 gereja di Surabaya. Sterilisasi dilakukan di gereja-gereja yang memiliki jemaat melebihi 5.000 orang.

Sementara itu, seluruh gereja di Surabaya yang berjumlah 355 gereja akan mendapat pengamanan dan pengawalan dari pihak kepolisian. (KOMPAS.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved