Berita Kabupaten Lembata Terkini

Stok Beras di Gudang Bulog Lembata Masih 554 Ton

Stok beras yang ada di gudang Bulog Lembata saat ini masih mencapai 554 ton.

Stok Beras di Gudang Bulog Lembata Masih 554 Ton
POS-KUPANG.COM/Frans Krowin
Kepala Gudang Bulog Lembata, Divre Larantuka, Kabulaten Flores Timur (Flotim), Yohanes Mujur 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Stok beras yang ada di gudang Bulog Lembata saat ini masih mencapai 554 ton. Beras sebanyak itu baru dibongkar dari Kapal Cahaya Abadi 3 sekitar tiga pekan lalu.

Kepala Gudang Bulog Lembata, Divre Larantuka, Kabulaten Flores Timur (Flotim), Yohanes Mujur, ketika ditemui POS- KUPANG.COM, di ruang kerjanya, Rabu (19/12/2018).

"Persediaan beras bulog di sini (Lembata), aman. Stok yang ada di gudang saat ini 554 ton. Beras itu baru dibongkar dari kapal Cahaya Abadi 3 baru-baru ini," ujarnya.

Bakohumas TTU Gelar Rapat Koordinasi, Ini yang Dibahas

Dia menyebutkan, beras yang ada itu terdiri dari beras jatah untuk TNI/Polri, jatah untuk PNS vertikal, beras pemerintah dan beras untuk operasi pasar (OP). Kalau beras untuk OP, baru bisa direalisasikan kalau ada rekomendasi dari pemerintah. Tanpa itu, beras OP tetap sebagai cadangan pemerintah untuk masyarakat dan lainnya.

Polisi Gerebek Tiga Pasangan Asmara Bukan Suami Istri di Sumba Timur

Tentang penyaluran beras bagi masyarakat kurang mampu, Yohanes mengatakan, hal itu telah dilakukan untuk seluruh rumah tangga sasaran (RTS) di Kabupaten Lembata. Pola penyalurannya dilakukan dari desa ke desa dan terakhir untuk RTS yang tersebar di 7 kelurahan di Kota Lewoleba, Kecamatan Nubatukan.

"Kalau penyaluran yang kami lakukan terakhir itu, untuk masyarakat di Lewoleba. Setelah beras disalurkan, masuk lagi beras baru sebanyak 554 ton. Jadi beras yang baru masuk itu menjadi stok yang ada di gudang saat ini," ujarnya.

Mengenai penyaluran beras sejahtera untuk RTS di Lembata, dia menyebutkan, pola distribusinya bervariasi. Untuk Kecamatan Nubatukan, dilakukan 3 kali setahun untuk penyaluran ke desa-desa. Sedangkan untuk masyarakat di kota Lewoleba, dua kali setahun.

Selama ini, katanya, penyaluran rastra itu tak menemukan hambatan yang berarti. Selain karena semua desa sudah bisa dijangkau, pemerintah desa juga proaktif, termasuk masyarakat penerima program yang selalu menerima beras sesuai volume yang dijatahkan.

Yohanes juga memberi apresiasi karena menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2019 ini, harga beras di Lembata senantiasa stabil. Stabilitas harga beras itu berpengaruh terhadap harga jual barang lainnya, terlebih sembako di kalangan pedagang.

"Saat ini harga beras masih normal. Itu berarti tidak ada gejolak harga yang signifikan di pasaran. Kita berharap keadaan ini tetap dijaga untuk hari-hari ke depan. Tapi kami di Bulog selalu siap menghadapi pelbagai kemungkinan. Begitu juga siap bila ada rekomendasi dari pemerintah," ujarnya. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Frans Krowin)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved