Berita Kabupaten TTS

Kemunculan Buaya "Siluman" Kagetkan Warga Saenam TTS

masyarakat Saenam bertanya-tanya dari mana buaya sepanjang kurang lebih dua meter tersebut berasal.

Kemunculan Buaya
ISTIMEWA
Seekor buaya yang diduga buaya siluman muncul di Desa Saenam 

 POS-KUPANG.COM| SOE – Warga Dusun Loles, Desa Saenam, Kecamatan Nunkolo dikagetkan dengan Kemunculan seekor buaya di perkebunan masyarakat. Anehnya, di dekat perkebunan masyarakat tersebut, tidak terdapat sungai, danau atau muara.

Hal ini membuat masyarakat Saenam bertanya-tanya dari mana buaya sepanjang kurang lebih dua meter tersebut berasal.

Di tengah kebingungan masyarakat terkait asal buaya tersebut, sebagian masyarakat Saenam beranggapan jika buaya tersebut merupakan buaya jelman nenek moyang mereka. Hal ini membuat sebagian masyarakat terus menjaga buaya tersebut, kalau-kalau buaya tersebut berupa menjadi manusia.

" Kami aneh kakak, tiba-tiba buaya itu muncul di tengah perkebunan masyarakat. Padahal selama ini, di desa kami diketahui tidak ada buaya. Ini pertama kalinya buaya muncul di desa kami. Anehnya, muncul di tengah kebun masyarakat. Kami penasaran dari mana asal buaya ini," ungkap Dorgen Missa kepada pos kupang, Selasa ( 18/12/2018) melalui sambungan telepon selurenya.

Intip! Marion Jola dan 5 seleb Indonesia yang Stunning Pakai Lipstik Cokelat.Cantiknya Menggoda

Tidak Bermaksud Menakut Nakuti, Ini Kata Paranormal Mbak You Soal Bencana yang Akan Terjadi

Cermati 20 Tanda Terupdate Bila Pasangan Selingkuh. Pelakor Tengah Mengintai Anda!

BRI Cabang Kupang MasukI Era Digital Banking

Kemunculan buaya tersebut lanjut Dorgen, menarik perhatian banyak masyarakat desa Saenam. Mulai dari anak-anak hingga orang tua terus berdatangan ke lokasi penemuan buaya tersebut. Tak sedikit warga yang mengabdikan satwa dilindungi tersebut dengan menggunakan telepon selurenya.

Saat ini, tokoh masyarakat Saenam sedang mencari tokoh adat yang bisa melakukan tutur adat guna mengetahui asal muasal buaya tersebut.

" Kami kebingungan mau apa buaya ini. Kami takutnya, jika buaya ini jelmaan nenek moyang kami. Sehingga kami sedang cari tokoh adat yang bisa tutur adat sehingga mengetahui asal buaya tersebut," ujarnya.

Koordinator tim unit penanganan satwa UPS BBKSDA Propinsi NTT, Dadang‎ yang dikonfirmasi terkait Kemunculan Buaya di desa Saenam mengaku, belum mengetahui informasi tersebut. Dirinya meminta nomor telepon warga Desa Saenam yang bisa dihubungi guna dikonfirmasi terkait kepastian buaya tersebut.

Pasalnya, jika warga sudah meyakini buaya tersebut sebagai nenek moyang mereka, maka tim BBKSDA akan kesulitan untuk melakukan evakuasi terhadap buaya tersebut.

" Susah kalau warga sudah meyakini kalau buaya itu jelmaan nenek moyang mereka. Warga tidak akan mau jika kita lakukan evakuasi terhadap buaya tersebut. Contoh kasusnya di Desa Supul, Kabupaten TTS juga, saat kita mau pindahkan buaya dari danau supul, warga justru menolak dengan alasan itu buaya jelmaan nenek moyang mereka. Bahkan warga berani jamin buaya tersebut tidak akan menyerang masyarakat setempat," sebut Dadang.

Namun untuk memastikan jika buaya tersebut tidak menyerang masyarakat, tim BBKSDA akan segera berkoordinasi dengan masyarakat Desa Saenam terkait keberadaan buaya tersebut. Jika dirasa perlu, maka tim BBKSDA akan memindahkan buaya tersebut ke kandang penampungan buaya di Kupang. (Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved