Berita Kabupaten Lembata Terkini

Frater Nissen Sampaikan Ini saat Bazar Kewirausahaan dan Pentas Seni di SMATER Don Bosco Lewoleba

Kepala SMAS Frater Don Bosco Lewoleba, Lembata, Frater Nissensius Metty, S.Pd, CMM, saat berbicara pada acara Bazar Kewirausahaan dan Pentas Seni

Frater Nissen Sampaikan Ini saat Bazar Kewirausahaan dan Pentas Seni di SMATER Don Bosco Lewoleba
POS-KUPANG.COM/Frans Krowin
Kepala UPT Wilayah 6 Lembata, Amrin W menggunting pita saat memasuki tenda Bazar Kewirausahaan dan Pentas Seni di SMATER Don Bosco Lewoleba, Lembata, Rabu (19/12/2018). 

POS KUPANG.COM |LEWOLEBA -- "Saat ini kita tidak saja butuh doa, tetapi juga doi. Doa itu penting, doi juga begitu. Apalagi terkait hasil karya anak didik yang telah dibimbing selama ini. Mereka telah bekerja dengan sungguh-sungguh dan hasilnya pun baik. Itu artinya doa sudah terwujud dan sekarang tinggal doi. Untuk itulah saya minta semua orang tua/wali untuk berbelanja di bazar ini."

Hal itu disampaikan Kepala SMAS Frater (SMATER) Don Bosco Lewoleba, Lembata, Frater Nissensius Metty, S.Pd, CMM, saat berbicara pada acara Bazar Kewirausahaan dan Pentas Seni Tahun 2018 di halaman sekolah itu, Rabu (19/12/2018).

Dikatakannya, pada tahun 2018, sekolah itu mendapatkan alokasi dana Rp 100 juta dari Kementerian Pendidikan melalui APBN. Dana yang dikucurkan tersebut untuk program kewirausahaan di sekolah tersebut.

HUT ke-60 NTT, Wagub Nae Soi Minta Masyarakat NTT Refleksi Secara Kritis

Di Indonesia, katanya, hanya 202 SMA yang mendapatkan kucuran dana tersebut. Dan dari 202 sekolah itu, Propinsi NTT kebagian 7 SMA yang tersebar di sejumlah kabupaten. Dan dari 7 SMA tersebut, satu di antaranya adalah SMAS Frater Don Bosco Lewoleba, Lembata.

Amrin Sebut Siswa SMATER Lembata Luar Biasa

"Dan, hari ini kita menyaksikan hasil karya anak-anak setelah dibimbing oleh guru kewirausahaan. Mereka telah berkreasi dan hasilnya nyata. Jadi, apa yang dibazarkan itu adalah kreasi anak-anak. Untuk itu orang tua/wali harus berbelanja sebagai bentuk dukungan kepada anak-anak," ujarnya.

Dukungan orang tua/wali dengan berbelanja pada bazar itu, lanjut Frater Nissen, akan menjadi motivasi dan dorongan bagi anak-anak untuk terus berkarya. Itu juga menjadi bagian dari penumbuhan jiwa kewirausahaan sebagai bekal hidup di kemudian hari.

"Kalau anak-anak telah memahami dunia wirausaha, maka mereka akan bekerja dan berusaha mencari doi. Bila usaha itu dibarengi dengan doa, maka hasilnya pasti akan baik. Jadi doa dan doi itu baik untuk anak-anak agar mereka lebih enteng melangkah meraih masa depan yang lebih baik," ujarnya.

Pada bagian lain, dia juga menyampaikan rasa bangganya pada anak didik yang mampu memperlihatkan kemampuannya dalam bidang wirausaha. Bila itu ditekuni secara baik, maka anak-anak itu akan menjadi wirausahawan yang andal pada hari-hari mendatang. "Untuk itulah saya minta dukungan orang tua/wali tidak saja di hari ini tapi juga yang akan datang," ujarnya. (Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Frans Krowin)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved