Berita Kabupaten Lembata

Tomat Waijarang Segera Dipanen ! Ini Hasilnya

Rudi Ismail, petani yang membudidayakan sayur di Waijarang, akan segera memanen tomat hampir berproduksi. Tomat itu diyakini bisa memenuhi permintaan

Tomat Waijarang Segera Dipanen ! Ini Hasilnya
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
TOMAT WAIJARANG -- Rudi Ismail memperlihatkan tomat yang dibudidayakan di atas lahan kritis di Kuma Resort, Waijarang, Selasa (18/12/2018). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Rudi Ismail, petani yang membudidayakan sayur di Waijarang, akan segera memanen tomat hampir berproduksi. Tomat itu diyakini bisa memenuhi permintaan konsumen di Lewoleba dan sekitarnya di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Minggu ini kami mulai panen. Mudah-mudahan hasil panenan nanti bisa memenuhi kebutuhan konsumen menyambut Hari Raya Natal dan Tahun Baru nanti," ujar Rudi saat ditemui Pos Kupang.Com di kebunnya di lahan pertanian milik Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur di Kuma Resort, Selasa (18/12/2018).

Dikatakannya, sejak awal menggarap lahan kritis di Kuma Resort itu, pihaknya sudah optimis bila areal tersebut bisa menghasilkan komoditi pertanian seperti yang diharapkan. Optimismenya itu rupanya berbuah kenyataan.

Cabuli 5 Siswi SD ! Ini Dalih yang Dipakai Oknum Guru di Ende

Di lokasi pertanian sekitar satu hektar itu, lanjut dia, sudah berulang kali ia bersama petani lainnya memanen komoditi yang dibudidayakan di tempat tersebut. Setelah memanen bawang, mereka memanen jagung, ketimun dan aneka jenis sayur-sayuran.

Saat ini, lanjut dia, pihaknya akan segera memanen tomat dan kacang panjang. Benih tanaman itu berproduksi bagus sehingga hasil yabg diperoleh pun cukup menggembirakan. Setidaknya menyambut hari raya ini, pedagang tak perlu jauh-jauh memasok komoditi tersebut dari luar daerah.

Ini Peringatan Kapolres Flores Timur kepada Masyarakat Nelayan

"Nanti kami juga akan menjual langsung ke pasar. Tentunya tomat yang akan dijual di pasar itu harganya bersaing sesuai mekanisme pasar. Bagi kami, kalau tomat bisa dilempar ke pasar pada saat seperti ini, maka bisa mempengaruhi harga yabg dijual di pasar," ujarnya.

Dia menyebutkan, di Kabupaten Lembata ini, lahan yang tandus bisa disulap menjadi lahan produktif. Ini bisa dilakukan siapa saja asalkan petani rajin dan mau bekerja keras. Bila dua hal ini digeluti secara baik, niscaya hasil yang didapatkan bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup. "Petani akan hidup sejahtera bila bekerja keras dan mampu membaca peluang pasar," ujarnya.

Ia menyebutkan, bila petani ingin hidup sejahtera, maka tak boleh menuruti gaya hidup lama. Misalnya, menanam jagung menunggu musim hujan tiba. Bila pola ini diminimalisir dan petani melengkapi diri dengan fasilitas pertanian yang baik, maka kehidupan masyarakat pasti berubah. Sebab petani bisa menanam sepanjang tahun demikian pula bisa menuai sepanjang tahun.

Kalau seperti ini jadinya, maka penghasilan petani juga berubah. Bila para pegawai (PNS) menerima gaji setiap bulan, maka petani juga sama. Bahkan setiap hari petani bisa.memperoleh gaji karena pola tanamannya dijadwalkan secara tepat. (*)


Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved