Berita NTT Terkini

Perkumpulan Pikul Ungkap Beragamnya Pangan Lokal di NTT

Perkumpulan Pikul (Lingkaran Belajar Komunitas Bervisi) mengungkapkan beragamnya produk pangan lokal di NTT.

Perkumpulan Pikul Ungkap Beragamnya Pangan Lokal di NTT
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Program Officer Young Zadrak Mengge 

POS-KUPANG.COM |KUPANG - Perkumpulan Pikul (Lingkaran Belajar Komunitas Bervisi) mengungkapkan beragamnya produk pangan lokal di NTT. Pangan lokal itu dapat meningkatkan gizi di masyarakat.

Hal ini disampaikan Program Officer Young Zadrak Mengge kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (18/12/2018).

Menurut Zadrak, keberagaman pangan lokal di NTT menjadi modal untuk ketahanan pangan dan gizi masyarakat.

Kapal Ile Ape Masih Tertahan di Larantuka

Ketahanan gizi perlu dibangun lewat produksi dan konsumsi pangan lokal sebagai salah satu strategi jangka menengah dan panjang.

Zadrak merincikan, beberapa jenis pangan lokal yang ada di NTT dan menjadi sumber gizi seperti mulai dari serealia (jagung, padi, sorghum, jali, jewawut), umbi-umbian (keladi, talas, singkong, ganyong, ubi jalar dan berbagai umbi hutan) serta beragam kacang-kacangan.

Novanto Prihatin Keponakannya Irvanto Hendra Pambudi Divonis 10 Tahun Penjara

"Pangan lokal ini pada kondisi tertentu masih dikonsumsi dalam jumlah yang cukup. Beragamnya pangan lokal yang tersedia, mestinya didorong agar tersaji di meja makan keluarga, sehingga pemenuhan gizi keluarga selalu terjaga," kata Zadrak.

Dijelaskan, pangan beragam akan bermanfaat bagi tubuh dalam memperoleh gizi yang cukup dan seimbang. Karena itu, lanjutnya dengan
gizi yang cukup dan seimbang, tubuh manusia tidak mudah terkena penyakit infeksi, terlindung dari penyakit kronis, serta produktivitas kerja lebih tinggi.

Dikatakan, budidaya pangan beragam berbasis potensi lokal merupakan sebuah strategi pemenuhan pangan yang sejak lama dilakukan oleh umumnya masyarakat pedesaan di NTT.

"Berbagai jenis pangan lokal yang saya sebutkan di atas masih ditemukan di kebun-kebun, pekarangan, bekas kebun masyarakat maupun tumbuh liar di hutan dan dirawat alam," katanya.

Bahkan, menurut Zadrak , dalam kajian Pikul sejak tahun 2013, di setiap pulau di Provinsi NTT, sumber-sumber pangan lokal bergizi itu sudah ada.

Halaman
12
Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved