Berita Kota Kupang Terkini
Kelurahan Fatufeto Tetap Protes Panitia Walikota Cup! Ini Pemicunya
Walau menang dan lolos ke babak final Walikota Cup, manajer, ofisial dan pemain Kesebelasan Kelurahan Fatufeto tetap melayangkan protes keras kepada
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM-KUPANG-Kelurahan Fatufeto akhir lolos ke babak Final Walikota Cup usai menang lewat drama adu pinalti dengan skor, 4-3 di Lapangan Merdeka, Kota Kupang, Senin (17/12/2018) petang.
Pertandingan harus dilanjutkan dengan adu tos tosan karena kedua tim bermain imbang, 3-3 pada waktu normal. Tendangan dua eksekutor Kelurahan Lasiana, Ardy Busu dan Septian Wembasada hanya membentur tiang gawang.
Walau menang dan lolos ke babak final Walikota Cup, manajer, ofisial dan pemain Kesebelasan Kelurahan Fatufeto tetap melayangkan protes keras kepada pihak panitia penyelenggara turnamen usai laga.
Sebabnya, menurut mereka berdasarkan hasil pertemuan teknis (technical meeting), para pemain yang terkena akumulasi kartu tetap bisa bermain di laga final. Namun, keputusan panitia sebaliknya. Para pemain tetap mendapatkan akumulasi kartu dan tidak bisa berlaga di partai final.
• Komisi VIII DPR RI Kunjung Labuan Bajo, Wabup Maria Minta Bangun Kodim di Mabar
Manajer, ofisial, pemain dan penonton Kelurahan Fatufeto yang tak puas mendatangi meja panitia dan bertemu Ketua Panitia Pertandingan, Lukman Hakim dan Sekretaris Asprov PSSI Kota Kupang, Bernadinus Mere. Mereka tetap bersikukuh kalau tuntutan pemutihan akumulasi kartu itu sesuai dengan hasil pertemuan teknis.
Suasana protes berlangsung panas dan tegang. Mereka meluapkan kekecewaan dan memarahi panitia yang tidak tegas menjalankan aturan yang sudah ditetapkan pada saat pertemuan teknis.
"Jelas-jelas pada waktu TM pemain yang terkena akumulasi kartu tetap bisa bermain di final karena alasannya Walikota sendiri akan datang dan mau lihat pemain-pemain terbaik," ungkap salah seorang pemain Fatufeto.
Lukman Hakim mengatakan para pemain yang terkena akumulasi kartu tetap tak bisa bermain di partai final dan keputusan ini sudah sesuai dengan hasil pertemuan teknis.
Protes dan gugatan ini tetap tak menemui jalan keluar saat itu. Suasana protes yang tegang dan panas membuat panitia sendiri tak bisa berbicara banyak. Pihak panitia berencana akan memanggil manajer dan ofisial yang mengikuti pertemuan teknis untuk mendiskusikan kembali hal ini.
Dijumpai pada kesempatan itu, Aba Ato, Manajer Kelurahan Solor, menambahkan seharusnya semua keputusan saat pertemuan teknis dibuat secara tertulis dan ditandatangani semua manajer tim.
Akibatnya, saat terjadi keributan semacam ini, panitia kesulitan menunjukkan bukti secara tertulis yang sah. Katanya, tim Kelurahan Fatufeto bisa saja menganggap panitia mengambil keputusan berdasarkan prinsip 'suka dan tidak suka'
Pihak Kelurahan Fatufeto bahkan mengancam tidak akan bermain di partai final melawan Kelurahan Kayu Putih pada Rabu (19/12/2018) mendatang.
Keluraham Fatufeto sendiri siap didiskualifikasi saat final dan melaporkan hal ini kepada Walikota Kupang.
Pada laga itu, sebanyak lima pemain Fatufeto diganjar kartu kuning.
Laga perebutan juara tiga akan dilangsungkan Selasa (18/12/2018) yang mempertemukan Kelurahan Solor dan Kelurahan Lasiana. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kelurahan-fatufeto.jpg)