Berita Kabupaten Ende

Cabuli 5 Siswi SD ! Ini Dalih yang Dipakai Oknum Guru di Ende

saat pemeriksaan hasil pekerjaan rumah para siswa oknum guru tersebut lantas merangkul para siswa dan pada saat itu tangannya lantas memegang dada par

Cabuli 5 Siswi SD ! Ini Dalih yang Dipakai Oknum Guru di Ende
PK/ROM
Iptu Sujud Alif 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE---VDC seorang oknum salah satu SD di Kota Ende dijebloskan ke penjara karena diketahui mencabuli 5 orang siswanya dengan alasan memeriksa pelajaran matematika. Kasus tersebut sebelumnya ditangani oleh Polres Ende dan telah diputuskan di Pengadilan Negeri Ende.

Kasat Reskrim Polres Ende, Iptu Sujud Alif mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Selasa (18/12/2018) di Ende.

Iptu Sujud Alif mengatakan bahwa sesuai dengan fakta yang ditemukan polisi pada melakukan pemeriksaan kepada oknum guru VDC diketahui bahwa pada saat itu pelaku memanggil siswanya satu persatu ke depan kelas guna dilakukan pemeriksaan PR matematika.

Ini Peringatan Kapolres Flores Timur kepada Masyarakat Nelayan

Pada saat pemeriksaan hasil pekerjaan rumah para siswa oknum guru tersebut lantas merangkul para siswa dan pada saat itu tangannya lantas memegang dada para siswa.

“Pada saat pemeriksana di polisi yang bersangkutan mengaku bahwa tanganya tidak sengaja memegang dada para siswa namun itu hanya alibi yang bersangkutan untuk membela diri karena rata-rata para siswi mengaku diperlakukan tidak senonoh oleh oknum guru tersebut,”kata Iptu Sujud Alif.

Para siswi yang merasa menjadi korban pelecehan oleh oknum guru lalu mengadu ke orangtua yang lantas melaporkannya ke polisi.

Pendapatan Anggota DPRD Manggarai Barat Rp 38 Juta per Bulan! Ini Rinciannya

“Pada awalnya hanya dua orang siswa yang melapor lalu dalam perkembangan pemeriksaan ternyata masih ada tiga siswi sehingga tercatat total ada 5 siswi yang menjadi korban pencabulan,”kata Iptu Sujud Alif.

Iptu Sujud Alif mengatakan bahwa kasus pencabulan oleh oknum guru kepada siswa itu adalah merupakan salah satu contoh kasus kekerasan seksual yang ditangani oleh Polres Ende selama tahun 2018 mulai dari Bulan Januari hingga Desember.

Sujud Alif mengatakan bahwa selama kurun waktu tahun 2018 Polres Ende telah menangani 9 perkara atau kasus asusila yang terdiri dari 5 kasus persetubuhan dan 4 kasus pencabulan.

Dari 9 kasus asusila yang ada ujar Iptu Sujud Alif para korbannya adalah rata-rata para remaja putri yang masih duduk di bangku sekolah mulai dari SD hingga SMA.
Iptu Sujud Alif menjelaskan dalam kasus persetubuhan yang melibatkan para remaja tingkat SMA pada umumnnya karena mereka berpacaran lalu melakukan tindakan asusila lalu dilaporkan orangtua ke polisi.

Menyikapi laporan para orangtua yang anaknya menjadi korban ujar Iptu Sujud Alif polisi tetap memproses kasusnya meskipun ada dalih mengatakan bahwa mereka mau sama mau namun karena korban adalah masih dibawah umur maka kasusnya tetap diproses.

Para pelaku tindak asusila ujar Iptu Sujud Alif disangka melanggar pasal 81 untuk tindakan persetubuhan dan pasal 81 tindakan pencabulan UU No 35 tahun 2014.
Iptu Sujud Alif mengatakan pihaknya mengharapkan peran orangtua untuk lebih mengawasi anak-anaknya terutama dalam pergaulan sehari-hari ketika pulang sekolah.

“Kasus-kasus asusila yang ditangani oleh Polres Ende saat ini rata-rata para pelaku maupun korbannya adalah anak-anak usia remaja yang masih bersekolah baik di tingkat SLTP dan SLTA,”kata Iptu Sujud Alif.

Oleh karena itu diharapkan agar orangtua lebih waspada kepada anak-anaknya baik itu anak perempuan dan juga anak laki-laki karena apabila tidak maka anaknya bisa saja menjadi korban ataupun malahan menjadi pelaku tindak pidana asusila,ujar Iptu Sujud Alif. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved