Berita Manggarai Barat Terkini

Wacana Penutupan Hotel Melati di Labuan Bajo, Jon Kadis Minta Gubernur NTT Pertimbangkan Matang

Menanggapi wacana penutupan Hotel Melati di Labuan Bajo, Jon Kadis minta Gubernur NTT pertimbangkan secara matang

Wacana Penutupan Hotel Melati di Labuan Bajo, Jon Kadis Minta Gubernur NTT Pertimbangkan Matang
ISTIMEWA
Jon Kadis 

Menanggapi wacana penutupan Hotel Melati di Labuan Bajo, Jon Kadis minta Gubernur NTT pertimbangkan secara matang

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Pengamat pariwisata lokal di Labuan Bajo, Jon Kadis, S.H membandingkan beberapa destinasi wisata lain yang tidak mempermasalahkan kehadiran hotel melati.

"Pak Gubernur tidak usah jauh-jauh ke Singapura atau Hongkong atau Fiji untuk mencari perbandingan bagi kemajuan pariwisata NTT. Lihat saja di Bali atau lebih jauh sedikit ke Kualalumpur. Di tetangga kita itu hotel melati masih ada dan dibiarkan bertumbuh. Bahkan ada pengusaha asal Malaysia menyiapkan semacam asrama atau hall untuk nginap," kata Jon kepada POS-KUPANG.COM, Senin (17/12/2018).

Pernyataan Jon ini menanggapi pernyataan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat yang tidak akan memberi izin bagi hotel melati di Labuan Bajo.

Kapal Feri Batal Berangkat, Aldi Kecewa Tidak Jadi Mudik ke Rote

Menurut Jon, tempat penginapan ala pengusaha Kualalumpur itu sekarang mulai ditiru oleh pengusaha lokal kita.

"Penginapan seharga Rp 75 ribu per hari. Mereka dibiarkan bertumbuh di kelasnya karena memang ada konsumen lokal atau mancanegara berada di kelas melati itu. Ini fakta di zaman now saat dunia pariwisata di high position, seperti di Bali dan Kualalumpur," tegas Jon yang cukup lama menetap di Bali.

Kapal Batal Berangkat, Truk Pengangkut Barang Parkir di Pelabuhan Bolok Kupang

Dia menjelaskan, masing-masing punya segmentasi pasar antara hotel berbintang dan melati.

"Memang bisa saja kemajuan pariwisata kita hebat karena PAD dari hotel berbintang. Tetapi harus diakui bahwa masyarakat pengusaha hotel melatipun memberikan kontribusi pajak sesuai porsinya. Seumpana hotel berbintang memancing ikan tuna, sekali dapat besar, hotel melati mancing dan menjala ikan teri, sekali dapat 10 karung. Toh dua-duanya disajikan sebagai menu pilihan di meja makan," kata Jon.

Menurut dia, pemerintah sebaiknya jangan mematikan pertumbuhan ekonomi rakyat di kelas hotel melati.

"Statement gubernur untuk menutup hotel melati itu sungguh tidak simpatik bahkan melukai hati rakyat pengusaha mikro yang baru bangkit. Jadi, statement gubernur itu mohon dipertimbangkan untuk tidak direalisasikan, biarkanlah sektor ekonomi di bidang pariwisata itu bertumbuh, termasuk hotel kelas melati di Labuan Bajo," kata Jon. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved