Berita Kabupaten Sikka Terkini

Siflan Angi: Jempol! Kalau Polisi di Sikka Tangkap Bandar Judi KP

Anggota DPRD Sikka, Siflan Angi menantang aparat Kepolisian Resort Sikka menangkap bandar judi kupon putih (KP).

Siflan Angi: Jempol! Kalau Polisi di Sikka Tangkap Bandar Judi KP
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Siflan Angi 

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Anggota DPRD Sikka, Siflan Angi menantang aparat Kepolisian Resort Sikka menangkap bandar judi kupon putih (KP). Menangkap pengepul sama saja bermain sandiwara, padahal judi KP digerakkan bandar.

"Tangkap pengepul itu kegagalan polisi. Kalau tangkap bandar baru jempol kepada polisi. Stop sudah tipu-tipu kepada rakyat Sikka," ujar Siflan menghubungi POS-KUPANG.COM, Senin (17/12/2018) siang.

Siflan sependapat dengan hasil investigasi aktivis PMKRI Cabang Maumere menduga oknum di Polres di Sikka menerima upeti dari para bandar judi KP yang beroperasi di Maumere.

Gema PP Manggarai Barat Minta ke KPU RI Batalkan Hasil Seleksi Komisioner KPU

Siflan mengatakan, tidak membanggakan bagi polisi menangkap pengepul, sedangkan bandar dibiarkan bebas mengelola perjudian dari puluhan bahkan ratusan pengepul beroperasi di kampung-kampung di Sikka.

"Saya tantang polisi tangkap bandar. Jangan omong besar kalau hanya kelas pengepul. Percuma, dosa besar," ujarnya.

Bupati Stef: Keberhasilan Pembangunan Malaka Merupakan Hasil Kerja Bersama

Menurut Siflan, polisi tahu siapa saja bandar KP beroperasi di Maumere. Namun pura-pura tidak tahu. Kalau keterangan pengepul tidak cukup, semestinya polisi mencari tahu alat bukti yang lain.

"Masa tangkap kelas bendar KP di Sikka tidak bisa. Kalau perjudian antarnegara mungkin kita bisa pahami," imbuh politisi Partai Nasdem ini.

Bila polisi tidak mampu menangkap bandar, Siflan menyarankan judi KP dilegalkan. Daripada dengan alasan undang-undang melarang perjudian, tetapi oknum polisi main kucing kaleng dengan bandar dan menerima keuntungan dari bandar.

"Kalau pun istirahat palingan seminggu. Paling lama sebulan, sesudahnya main lagi. Jadi bagusnya dilegalkan saja. Jual KP Rp 2.000, Rp 1000 setor ke kas daerah. Yang menang silahkan dibayar, yang kalah silahkan gigit jari. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved