Berita Puisi

Ini Loh, Puisi-Puisi Pos Kupang Minggu Ini

Puisi Gerard N Bibang :(Empat Minggu Menanti), Minggu 1, Lilin pertama menyala.Kali ini bukan untuk para arwah.

Ini Loh, Puisi-Puisi Pos Kupang Minggu Ini
ils
Semedi Senja

Senja menjamu raga di keheningan bersemedi di penghujung tapak surya hendak menepi melepas binar yang membekas di jenjangnya.
Jiwa lekas lunglai dalam jerat tafakurnya dan akal tak lagi main kuasa memilih: antara berdiam dan berbicara, antara berkata dan tak berkata
Semua nada selepas bersuara kian menghilang tinggalkan kata yang tak semetinya bertingkah sebab raga terlampau manja bersila rebah di altar
semedi senja.
(Puncak Scalabrini, 12 Maret 2016)

Rindu

Sunyi terlampau garang mendera
senja dan embun tak lupa mengumbar senyum
pada panas mentari yang lepas memanggang
rindu membawa hati pada ruang cengkerama masa lampau.
Ah, langit tak lupa kabarkan pada awan
tentang butir hujan
yang ia titipkan bagi petani desa
dan pucuk gunung tak lupa memeluk
berkas sinar titipan puri matahari
seperti ingatan
kini enggan melawan lupa
dan hati yang tak lupa mengenang kisah
kasih bersua cinta
terlahir rindu yang tumbuh nakal
hari ini.
(Benteng Jawa, 14 Juni 2017)

(Empat Minggu Menanti)

Minggu 1

Lilin pertama menyala
kali ini bukan untuk para arwah
adalah titik start jalan sunyi
untuk menanti sang kekasih
jadi bukan karena sedang merasa menjadi sufi

engkau ragu: bukankah jalan sunyi itu
membuat seseorang merasa sah dan halal
untuk melarikan diri dari kewajiban-kewajiban sosialnya?
bukan, bukan, kataku
ini aku kutip kata Sang Guru berabad-abad lalu:

"jalan sunyi itu hakekatnya
adalah sebuah menanti untuk melebur diri kepada kekasih
metodenya adalah peniadaan diri dan itu ditempuh dengan terus-menerus mengikis kepentingan diri sendiri,
dengan menyalakan harapan bahwa kekasih pasti datang dan perjumpaan empat mata melampias rindu pasti terjadi
sebab bagaimana penantianmu bisa bermutu jika engkau masih tergoda oleh kejayaanmu sendiri, oleh bayang-bayangmu sendiri, oleh nafsu-nafsumu sendiri,
padahal dirimu ini aslinya tak ada, tidak apa-apa dan tidak sebagai apa-apa; bagaimana mungkin sang kekasih akan percaya kepada cintamu jika perhatian dan energi kepentinganmu tak sepenuhnya bermuatan rindu kepadanya?"

jadi, jalan sunyi adalah jalan rindu? tanyamu lagi
iyah, kataku: "ialah jalan cinta sampai mati'
(hari minggu pertama advent:2/12/2018)

Minggu 2

Halaman
1234
Penulis: PosKupang
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved