Berita Kabupaten Manggarai Barat

200 Proyek Gagal Dikerjakan! Anggota DPRD Mabar Blasius Janu Minta Tender 2019 Dipercepat

200 Paket Proyek Gagal Dikerjakan! Anggota DPRD Mabar Blasius Janu Minta Tender 2019 Dipercepat

200  Proyek Gagal Dikerjakan! Anggota DPRD Mabar Blasius Janu Minta Tender 2019 Dipercepat
pos kupang.com/servan mammilianus
Anggota DPRD Mabar dari Partai Hanura Blasius Janu, saat memantau salah satu proyek jembatan di Kecamatan Komodo beberapa waktu lalu. 

Laporan Reporter POS--KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS--KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Berkaitan dengan 200 paket proyek dari APBD Perubahan 2018 di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) yang tidak bisa dikerjakan, serta 27 paket dari APBD induk yang tidak tuntas serta tidak dilakukan, anggota DPRD Mabar Blasius Janu meminta tender tahun 2019 dipercepat.

Wakil rakyat dari Partai Hanura itu menilai, khusus untuk paket proyek dari anggaran induk selama ini banyak yang tidak dikerjakan secara tuntas akibat tendernya telat dilakukan.

Menurutnya, paket proyek yang tidak selesai pada tahun 2018 diluncurkan lagi pada 2019 mendatang.

"Dari tahun ke tahun selalu terjadi hal yang sama. Banyak paket proyek yang tidak bisa diselesaikan tepat waktu karena tendernya lambat. Pemerintah seharusnya belajar dari pengalaman. Jangan hanya membangun argumentasi dengan kata-kata indah tetapi tidak dilakukan," kata Blasius kepada POS--KUPANG.COM, Senin (17/12/2018).

Disampaikannya, walaupun sejumlah proyek yang tidak bisa dikerjakan atau tidak tuntas dilakukan pada tahun anggaran sebelumnya, lalu dikucurkan lagi pada tahun anggaran berikutnya, kalau tidak ditender awal tahun tetap saja hadapi kendala yang sama.

"Makanya penting sekali tender itu dilakukan secepatnya pada awal tahun," tegas Blasius.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 200 paket proyek yang dianggarkan dari APBD Perubahan tahun 2018 ini di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), tidak dikerjakan sama sekali.

Bupati Malaka Ajak Pejabat Berwisata Saat Liburan

Dari ratusan paket proyek itu, ada yang nilainya miliaran.
Selain itu, 27 paket proyek yang dianggarkan dari APBD induk 2018 juga ada yang tidak dikerjakan dan ada yang dikerjakan tetapi tidak tuntas.

Demikian penjelasan dari Kepala Bagian Pembangunan Mabar Donatus Abu, saat ditemui POS--KUPANG.COM di ruangan kerjanya, Senin (17/12/2018).
Dia dikonfirmasi tentang realisasi pekerjaan sejumlah proyek di daerah itu.

"Sebanyak 200 paket yang muncul di APBD Perubahan 2018 tidak dilaksanakan karena keterbatasan waktu. Selain itu ada 27 paket dari APBD induk 2018, ada yang tidak tuntas dikerjakan dan ada juga yang tidak dikerjakan sama sekali," kata Donatus.

4000 Anakan Pohon Ditanam di Sepanjang Jalan Nasional di Petuk menuju Bolok

Paket - paket proyek itu tersebar di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Donatus menjelaskan, kondisi sejumlah paket proyek itu diketahui pada saat rapat evaluasi dan pembahasan kegiatan yang berlangsung 12 Desember 2018 lalu.
Sejumlah OPD kata dia, meminta agar paket proyek tersebut diluncurkan kembali pada tahun 2019 mendatang.(*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved