Berita Kabupaten Manggarai Terkini
Ini Tujuan Diadakan Seminar Budaya dan Agama! Mengupas Budaya Orang Manggarai Menghormati Leluhur
udah sejak lama dan sampai sekarang warga Manggarai masih tetap dan terus melestarikan budaya.
Penulis: Aris Ninu | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu
POS-KUPANG-COM-RUTENG-Sudah sejak lama dan sampai sekarang warga Manggarai masih tetap dan terus melestarikan budaya.
Warga Manggarai pun tahu dan mengerti kalau melestarikan budaya adalah satu hal penting seperti menggelar ritual adat menghormati leluhur dan keluarga yang sudah meninggal.
Dalam setiap kesempatan dan moment apa saja ritual budaya terus diperhatikan.
Menyikapi adanya ritual adat menghormati leluhur apakah praktik kepada para Leluhur merupakan penyembahan berhala bagi orang Katolik-Manggarai.
Pater Alexander Jebadu, SVD, Dosen STFK Ledalero Maumere diundang guna mengupas persoalan tersebut dalam seminar sehari di Aula Katedral Ruteng, Sabtu (15/12/2018) pagi hingga siang.
Seminar yang dilaksanakanPerhimpunan Alumni Seminari Pius XII Kisol Angkatan Tahun 1994 dengan dua penyanggah Rm. Dr. Inosensius Sutam, Pr dan Rm. Stanislaus Harmansi, Pr, S.Fil, S.S.L.
• Begini Cara TNI Menghilangkan Kesan Galak dan Seram di Hadapan Pelajar
Acara seminar tersebut dihadiri oleh 110 peserta yang terdiri atas tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemerintah, tokoh agama dan akademisi.
Ketua Panitia Seminar, Yohanes Marianus Dembo, S.A.P melalui relesase kepada POS-KUPANG.COM di Ruteng, Minggu Sabtu (15/12/2018) pagi menjelaskan, tujuan utama pihaknya menggelar seminar ini agar cara berpikir umat Katolik-Manggarai yang mampu melampaui perangkap dualisme antara Adat dan Gereja, yang mampu melestarikan hubungan integral antara kandungan nilai yang ditawarkan masing-masing, sehingga kesadarannya mampu merengkuh kehadiran yang utuh dan kontekstual dari karya keselamatan ilahi.
Yang mana, ujarnya, acara seminar tersebut menghasilkan beberapa kesimpulan antara lain pertama perjumpaan antara Agama Katolik dan Budaya tidak dapat dielakkan.
Kedua, penghormatan kepada leluhur menyentuh cita rasa masyarakat Manggarai sehingga perjumpaannya dengan Agama Katolik membuat iman Katolik dikuatkan dan pada saat yang bersamaan, nilai-nilai tertentu dari penghormatan kepada para leluhur diafirmasi oleh ajaran Gereja Katolik.
Dan, ketiga, dialog antara budaya dan agama bersifat dinamis dan terbuka tidak berhenti pada tahap tertentu namun senantiasa digali dan dikonfrontasi sampai menghasilkan kebaruan-kebaruan dalam bentuk dan cara pengungkapannya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/manggarai-seminar-budaya.jpg)