Berita Kabupaten Nagekeo

Sanres Adakan Pelatihan Penguatan Kapasitas Pemdes Penerima Program Berani

walaupun telah dilakukan berbagai kegiatan dan pelatihan kepada stakeholder, namun tentu kita tidak cukup sampai di sini.

Sanres Adakan Pelatihan Penguatan Kapasitas Pemdes Penerima Program Berani
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Suasana kegiatan Pelatihan Penguatan Kapasitas Pemdes Penerima Program Berani di Aula Hotel Sinar Kasih Mbay, Rabu (12/12/2018). 

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Yayasan Flores Sejahtra (Sanres) bekerjasama dengan Plan Internasional dan German Humanitarian Assistence serta pemerintah kabupaten Nagekeo menggelar kegiatan Pelatihan Penguatan Kapasitas Pemdes Penerima Program Berani.

Kegiatan ini dalam rangka mengintegrasikan program Pengurangan Risiko Bencana - Antisipasi Perubahan Iklim ( PRB - API ) kedalam program pembangunan Desa.

Panitia kegiatan dari Sanres, Rafael Minggu, Jumat (14/12/2018) menjelaskan kegiatan tersebut sudah dilaksanakan Rabu (12/12/2018) di Hotel Sinar Kasih Mbay.

Rafael menjelaskan implementasi program BERANI ( Bersama Anak Siaga Bencana Sejak Dini) dikabupaten Nagekeo akan segera berakhir.

"Selama tahun 2018 sudah banyak kegiatan yang dilakukan di tingkat komunitas desa, diantaranya, kajian HVCA, pelatihan PRB-API, Gender dan inklusif, penyusuran rencana aksi komunitas desa,pembangunan fisik untuk Pengurangaran risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim melalui dana hibah mitigasi, simulasi bencana gempa bumi dan tsunami. Semua aktivitas tersebut bemaksud memperkuat kapasitas warga komunitas desa menuju ketangguhan menghadapi ancaman bencana," ujarnya.

Kades Lela Dilaporkan Bagi-Bagi Uang ke Peguruan Bela Diri

RTRW di Nagekeo akan Ditinjau Kembali

Tunggangi Buaya, Karel Berusaha Selamatkan Anaknya

Uya Kuya : Kenapa Cuy? Ooo Sayang. Saat Lihat Sang Istri Astrid Menangis. Faktanya Begini

Rafael mengatakan walaupun telah dilakukan berbagai kegiatan dan pelatihan kepada stakeholder, namun tentu kita tidak cukup sampai di sini.

Kapasitas yang sudah terbangun mesti terus hidup dan berkembang pada kehidupan social masyarakat desa secara berkelanjutan. Untuk itu, tentunya membutuhkan intervensi keberlanjutan dari pemerintahan desa.

Oleh karena itu, Pemerintahan desa mesti berusaha memasukan rencana aksi komunitas PRB- API ke dalam perencanaan program pembangunan desa. Untuk menggapai harapan tersebut lanjut Rafael, sungguh tidak gampang.

Pengalaman selama ini, pemerintah desa mengalami kesulitan memasukan program dan kegiatan PRB-API ke dalam perencanaan pembangunan desa, karena berbagai hambatan seperti regulasi dan kebijakan serta ketentuan lain yang mengikat dalam pengelolaan pembangunan otonomi desa.

Selain itu juga, factor pemahaman tentang pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim belum memadai di tingkat pemerintahan desa dan masyarakat sehingga belum berani mengintegrasikannya ke dalam program pembangunan desa.

Halaman
123
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved