Kamis, 9 April 2026

Berita Kota Kupang

Pertandingan Sepak Bola Antar Kelurahan Walikota Cup Ricuh Antar Suporter

Tanda-tanda kericuhan antar suporter mulai tampak. Saling olok dan kata-kata makian dari para pendukung ditengarai menjadi penyebab.

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso

POS-KUPANG.COM|KUPANG--Pertandingan Sepak Bola Antar Kelurahan Walikota Cup berlangsung ricuh di Lapangan Merdeka, Kota Kupang, Jumat (14/12/2018) petang. Suporter Kelurahan Namosain dan Kelurahan Kampung Solor terlibat adu jotos pada saat laga babak kedua antara Kelurahan Namosain dan Kelurahan Kampung Solor sedang berlangsung.

Sebelum pertandingan kedua tim, tanda-tanda kericuhan antar suporter mulai tampak. Saling olok dan kata-kata makian dari para pendukung ditengarai menjadi penyebab.

Saat laga sedang berjalan untuk keunggulan Kampung Solor, salah seorang pendukung Namosain yang diketahui bernama Donder lantas mendatangi Fahreza Ratuloli, pendukung Kampung Solor dan langsung menghujaninya dengan pukulan bertubi-tubi.

Sontak saja, sekumpulan pendukung Namosain yang duduk di tribun timur juga langsung mengeroyok Fahreza hingga dia tak berdaya. Melihat rekan mereka dikeroyok, para pemain dan pendukung Kampung Solor juga langsung menyerang suporter Namosain.

BREAKING NEWS - Belasan Rumah di Kelurahan Matawai-Kota Waingapu Terendam Banjir

Listrik Padam Usai Gladi Upacara Pengambilan Sumpah

Permainan pun dihentikan sementara dan kericuhan tak dapat dihindari. Para pendukung Kampung Solor segera mencari Donder yang masih mengenakan seragam security berwarna putih. Pihak panitia berusaha melerai kericuhan.

Usai laga yang dimenangkan Kampung Solor dengan skor 1-0 itu, kericuhan kembali terjadi. Kali ini, wasit yang memimpin pertandingan menjadi sasaran amuk pendukung Namosain yang tak puas dengan kinerjanya.

Para pemain Namosain memprotes karena menurut mereka pertandingan masih tersisa dua menit. Namun, wasit sudah meniup peluit panjang tanda laga usai.

Beberapa pemain langsung menyerang wasit dan mengejarnya sampai ke meja inspektur pertandingan. Sejumlah pendukung juga merusak kursi dan meja yang ada di lapangan pertandingan.

Sejumlah pendukung menyatakan kekecewaan mereka kepada pihak panitia karena tidak menghadirkan aparat keamanan kepolisian sehingga kericuhan tak terhindarkan.

Ketua panitia pertandingan, Lukman Hakim dengan tegas menyatakan pemain yang memukul wasit akan diberi sanksi untuk tidak terlibat lagi dalam kompetisi sepak bola di Kota Kupang.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved