Berita Kota Kupang

Kasus Meninggal Akibat HIV/AIDS Tertinggi di Belu

kasus warga yang meninggal di Belu meninggal akibat HIV/AIDS sampai saat ini sebanyak 246 orang dari total pengidap HIV/AIDS 883 orang.

Kasus Meninggal Akibat HIV/AIDS Tertinggi di Belu
POS-KUPANG.COM/ Oby Lewanmeru
Wakil Walikota Kupang, dr. Herman Man saat memaparkan materi soal HIV/AIDS di Kantor Gubernur NTT, Jumat (14/12/2018). 

POS-KUPANG.COM|KUPANG -- Penderita HIV/AIDS yang meninggal di Kabupaten Belu paling tinggi se-NTT. Warga Belu yang meninggal itu sebanyak 246 orang dari total penderita di Belu, sebanyak 883.

Hal ini disampaikan Sekretaris Komisi Penanggulan AIDS (KPA) NTT, dr.Husen Pancratius pada rapat koordinasi dan evaluasi Program Penanggulangan HIV/AIDS di NTT yang berlangsung di ruang rapat Gubernur NTT, Jumat (14/12/2018).

Hadir pada acara ini,Wagub NTT, Josef Nae Soi, Kabid P2P Dinkes NTT, dr.Theresia Sarlyn Ralo, MPH,sejumlah kepada daerah/wakil kepala daerah di NTT.

Dalam rapat itu,Husen mengatakan, kasus warga yang meninggal di Belu meninggal akibat HIV/AIDS sampai saat ini sebanyak 246 orang dari total pengidap HIV/AIDS 883 orang.

Polisi Dalami Laporan Malpraktik RS Leona Kupang

BREAKING NEWS: Sidang DPRD Manggarai Ricuh

Ini Perolehan Nilai Tertinggi Dari Peserta SKB CPNS di Mabar Hari Pertama Sesi Satu Per Formasi

363 Peserta CPNS Sumbar Ikut Tes Kebidangan

"Kalau kasus terbayak ada di Kota Kupang, yakni 1404 dengan rincian HIV 979,AIDS 425. ‎ Tapi kalau jumlah kematian tertinggi di Belu,"kata Husen.

Dikatakan, untuk HIV/AIDS di Belu sebanyak 883 itu terdiri dari, pengidap HIV sebanyak 430 orang dan pengidap AIDS sebanyak 543 orang.

‎Sedangkan ‎di Kota Kupang ada 1404 kasus dengan jumlah meningal dunia 67 orang.‎

Pada saat itu, Husen mengatakan, perlu ada kesadaran masyarakat untuk tes HIV/AIDS, terutama bagi para ibu hamil.

"Ibu hamil juga ke puskesmas perlu juga melakukan tes HIV/AIDS,dengan begitu kita sudah bisa deteksi dini kasus ini,"ujarnya.

Husen mengakui,kasus Sipilis saat ini berkurang, namun perlu ada pemeriksaan intensif karena dampak ibu hamil itu berakibat pada anak yang dilahirkan."Anak yang dilahirkan,bisa mengalami bibir sumbing, kaki pengkor dan lainnya," jelas Husen.

Dia mengatakan, semua penderita Hepatitis B perlu melakukan pemeriksaan HIV/AIDS.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM‎, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved