Berita Internasional

5 Fakta Pertemuan Menteri Susi Pudjiastuti dan Paus Fransiskus, Susi Dapat Medali dari Paus

Inilah 5 Fakta Pertemuan Menteri Susi Pudjiastuti dan Paus Fransiskus: Susi dapat Medali dari Paus

Penulis: eflin rote | Editor: Bebet I Hidayat
RILIS KKP
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastusi saat bertemu dengan Paus Fransiskus di Basilica Santp Petrus (12/12/2018). 

POS-KUPANG.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti bertemu Paus Fransiskus, Rabu (12/12/2018).

Pertemuan Menteri Susi dan Paus Fransiskus ini dilakukan disela-sela kunjungan kerjanya ke Vatikan, Roma, Italia.

Dilansir dari Tribun Wow, pertemuan Menteri Susi dan Paus Fransiskus ini diundang Duta Besar Vatikan, Archbioshop Piero Pioppo.

Menteri Susi diterima Paus Fransiskus seusai Pemimpin Gereja Katolik Roma itu berpidato di depan ribuan umat di Basilica Santo Petrus, Vatican City.

Berikut fakta-fakta pertemuan Menteri Susi dan Paus Fransiskus.

Begini Harapan Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti Saat Bertemu Paus Fransiskus di Vatikan

Menteri Susi Pudjiastuti Ketemu Romo Markus di Vatikan, Begini Pesan Romo Asal NTT Ini

1. Paus Berikan Medali untuk Susi

Usai melakukan kunjungan, Menteri Susi mendapatkan medali atau hadiah kenang-kenangan untuk Menteri Susi. Paus Fransiskus juga memberikan dukungan moral dan spiritual untuk Pemerintah Indonesia dalam memerangi kejahatan maritim dan perikanan. 

2. Susi Minta Paus Angkat Isu Lingkungan dan Kerusakan Laut

Pertemuan dengan Paus Fransiskus dimanfaatkan Susi untuk berbicara masalah kerusakan laut. Susi meminta Paus Fransiskus mengangkat isu lingkungan tentang kerusakan laut. 

Karena sebagai Pemuka Agama Katolik Sedunia, Paus Fransiskus, memiliki pengaruh yang kuat di berbagai negara.

"Apa yang diannounce oleh Vatikan biasanya menjadi patokan mengikat secara moral, saya harapkan pemimpin-pemimpin dunia jadi lebih aware dengan adanya perbudakan, perdagangan manusia di industri perikanan tangkap di laut," ucap Susi.

3. Soroti Kasus di Benjin

Isu di Benjina, Maluku menurut Susi menjadi wajah buruk industri perikanan Indonesia. Diketahui di Benjina merupakan kasus perbudakan nelayan asing yang dipaksa bekerja 20 sampai 24 jam dalam sehari untuk menjadi Anak Buah Kapal (ABK).

Mereka dipaksa bekerja di bawah perusahaan Thailand untuk menguras berton-ton ikan di perairan Maluku dan sekitarnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved