Berita Kota Kupang

Pemkot Kupang Belum Melihat Migran Usia Kerja sebagai Potensi

Pertanyaannya, sejauh mana Pemkot melihat migran ini dan menyiapkan satu lapangan kerja. Kami menemukan, Kota Kupang belum memiliki strategi untuk

Pemkot Kupang Belum Melihat Migran Usia Kerja sebagai Potensi
 POS-KUPANG.COM/AMBUGA LAMAWURAN
Tori Kuswardono, Direktur Perkumpulan PIKUL. Foto diabadikan Selasa (11/12/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ambuga Lamawuran

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pada hari Selasa (11/12/2018), Perkumpulan PIKUL menyelenggarakan diseminasi penelitian yang berjudul 'Peran Kota Kecil dan Menengah dalam Menghasilkan Lapangan Kerja bagi Pemuda' yang bertempat di Hotel Sahid-Tmore, Jln. Piet A. Talo, Kota Kupang.

Dari 500 koresponden migran usia kerja (15-29 tahun) yang diwawancarai, Perkumpulan PIKUL akhirnya menelurkan sebuah simpulan, bahwa Pemerintah Kota Kupang belum memiliki sikap dan strategi untuk melihat kaum migran usia kerja, apakah sebagai satu peluang ataukah beban.

"Dari sisi pertumbuhan penduduk, Kota Kupang termasuk cepat. Pertanyaannya, sejauh mana Pemkot melihat migran ini dan menyiapkan satu lapangan kerja. Kami menemukan, Kota Kupang belum memiliki strategi untuk melihat apakah migran usia kerja itu sebagai potensi ataupun beban," ujar Tori Kuswardono, Direktur Perkumpulan PIKUL dalam sela acara kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (11/12/2018).

Tori mengatakan, jika Pemkot Kupang melihat migran usia kerja yang datang ke Kota Kupang ini sebagai sebuah beban, maka cara pandang itu sudah kuno.

"Jika seperti itu, maka yang terjadi kemudian adalah diskriminasi," jelasnya.

Dia lagi-lagi menegaskan, potensi kaum migran usia kerja yang datang di Kota Kupang ini, belum dikelolah pemerintah secara maksimal.

KPU NTT Pleno DPTHP 2 Pemilu 2019 ! KPU Manggarai Belum Lakukan Pleno

Tunggak Bayar Pajak Kendaraan, Polisi Blokir STNK Penunggak, Lihat Penjelasan Resminya

Dalam riset yang dilakukan, Perkumpulan PIKUL melakukan pendekatan kepada tiga komponen, yaitu pemerintah, pengusaha, dan migran usia kerja.

"Pihak pemerintah belum kompak melihat ini. Ada yang lihat sebagai ancaman ada lihat sebagai potensi," katanya.

Dari sisi pengusaha, kata Tori, mereka lebih konsentrasi ke skill, namun jarang menginvestasi para pekerjanya dengan memberikan mereka pelatihan-pelatihan.

"Harusnya mereka juga menyadari bahwa investasi skill pekerja itu penting. Lewat pelatihan-pelatihan," jelasnya.

Pencari para pekerja, ujarnya, membutuhkan tempat kerja yang nyaman.

"Dan itu belum terlalu ditemukan oleh mereka," kata Tori. (*)

Penulis: Lamawuran
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved