Berita Headline Pos Kupang

Enam Bulan Panwaslu se Kota Kupang Tak Gajian, Ternyata Ini yang Terjadi

sebanyak 20 anggota Panwascam se-Kota Kupang sejak Juli 2018 belum mendapatkan honor atau gaji.

Enam Bulan Panwaslu se Kota Kupang Tak Gajian, Ternyata Ini yang Terjadi
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (9/7) 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Kupang dan anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) belum terima gaji selama enam bulan, terhitung sejak Juli 2018.

Padahal mereka sudah melaksanakan tugas mengawasi pelaksanaan kampanye calon anggota legislatif (caleg) dan kampanye calon presiden dan wakil presiden. Pada Selasa (11/12/2018), sebanyak 20 anggota Panwascam se-Kota Kupang mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi NTT di Jalan Sam Ratulangi Kota Kupang. Mereka menanyakan kepastian pembayaran gaji.

Seorang anggota Panwascam yang meminta namanya dirahasiakan, mengatakan, mereka terpaksa bertanya langsung ke Bawaslu NTT karena sudah sangat lama tak gajian.

"Kami 20 orang ke Bawaslu NTT untuk tanya kapan gaji kami bisa dibayar? Sebenarnya kami perasaan juga karena harus tanya di Bawaslu Kota Kupang," katanya. "Saat kami ke Bawaslu NTT, bagian bendahara katakan paling lambat tanggal 13 Desember 2018 dana itu bisa dicairkan," tambahnya.

KPU dan Panwaslu Rote Ndao Diadukan ke DKPP

Kasus Korupsi Panwaslu Kota Kupang, Pengacara Tersangka Ungkap Aliran Dana Rp 700-an Juta

Mengutip pernyataan pihak Bawaslu NTT, sumber itu mengatakan, pelaporan merupakan hal mutlak agar dana bisa dicairkan. Pencairan dana mesti dilakukan secara serentak.

"Mereka bilang pencairan harus serempak tidak bisa dibayarkan satu kabupaten kemudian besoknya bayar lagi kecamatan lain. Karena itu pencairan akan serentak bagi semua di kabupaten dan kota," ujarnya.

Masih menurut sumber Pos Kupang, pihakya sudah lebih dari dua kali mendatangi Bawaslu NTT untuk menanyakan honor. Dia juga mengatakan, walaupun gaji belum dibayar namun mereka tetap melaksanakan tugas mengawasi.

"Apalagi saat ini musim kampanye," ujarnya.

Anggota Panwascam lainnya menambahkan, Bawaslu NTT menjelaskan dana yang belum dicairkan cukup besar. "Proses pencairan juga melalui tahapan, mulai dari pengajuan atau penyampain laporan pertanggungjawaban kegiatan. Kota Kupang sudah sampaikan laporan ke Bawaslu NTT," sebutnya.

Ketua Bawaslu Kota Kupang, Julianus Nomleni, SH mengatakan, pihaknya masih menunggu sikap Bawaslu NTT terkait proses pembayan gaji anggota Panwascam Kota Kupang.

Halaman
123
Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved